• Card 1 of 30
Nasional

4 Pesaing Jokowi pada Pilpres 2019 Versi LSI

Dhaifurrakhman Abas    •    02 Februari 2018 18:30

Ilustrasi--Suasana Jumpa Pers Lingkaran Survei Indonesia (LSI)--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas Ilustrasi--Suasana Jumpa Pers Lingkaran Survei Indonesia (LSI)--Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas

Jakarta: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melalui survei nasional Denny JA, membuat penelitian statistik soal kandidat kuat pesaing Joko Widodo di Pilpres 2019. Survei dilakukan berdasarkan popularitas tokoh di mata responden.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menyampaikan, terdapat empat nama yang secara statistik berpotensi menyalip posisi Jokowi di Pilpres 2019. Mereka masing-masing Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kader Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

LSI membagi nama kandidat bakal calon pesaing dalam tiga divisi tingkat popularitas di telinga responden. Popularitas dinilai penting karena menjadi modal awal para tokoh untuk bertarung.

"Kita ambil dari sisi popularitas, bukan elektabilitas. Karena memang elektabilitas penantang Jokowi hanya beda selisih 1, 2 persen saja," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, dalam jumpa pers di Jakarta Timur, Jumat, 2 Februari 2018. 

Baca: Survei LSI: Elektabilitas Jokowi 48,5%

 
Pembagian statistik popularitas tersebut terbagi atas 3 divisi. Divisi 1 adalah tokoh yang memiliki popularitas responden di atas 90 persen. Divisi dua yang memiliki popularitas di antara 70-90 persen dan divisi tiga adalah yang memiliki tingkat popularitas diantara 55-70 persen.

Adjie mengatakan, pesaing terberat Jokowi adalah Prabowo Subianto. Prabowo memiliki tingkat popularitas sebesar 92.5 persen. Prabowo dikatakan populer karena merupakan ketua umum Partai Gerindra. Prabowo juga pernah bersaing memperebutkan kursi presiden di 2014 dengan Jokowi. "Dia juga diprediksi kembali maju menantang petahana di Pilpres 2019," ujar dia.



Sementara ada dua nama kandidat yang mengisi divisi dua. Dengan rentang persentase 70-90 persen, Anies Baswedan mengisi tingkat kepopularitasan sebesar 76,7 persen. Kemudian diikuti AHY yang memiliki tingkat popularitas sebesar 71,2 persen.

Adapun Anies menjadi popular setelah sukses menggeser kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Begitu pun AHY yang naik daun setelah namanya pernah digadang-gadang sebagai calon gubernur DKI Jakarta melawan Ahok dan Anies.

"Pada divisi tiga, dengan tingkat popularitas antara 55 sampai 70 persen, Hanya terdapat satu nama yaitu Gatot Nurmantyo dengan 56,5 persen," ujarnya.

Gatot makin dikenal ketika pernah menjabat sebagai Panglima TNI. Ia juga dikenal dengan rekam jejak kinerjanya dalam dunia militer. "Walaupun di bawah 70 persen dan masuk divisi 3," pungkas Adjie.

Dalam survei ini, LSI Denny JA menggunakan teknik multistage random sampling. Sebanyak 1.200 orang diwawancara serentak di 34 provinsi pada 7 Januari hingga 14 Januari 2018. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif focus group discussion (FGD), media analisis dan wawancara mendalam. Margin of error 2,9%.