• Card 1 of 30
Nasional

Capres/Cawapres Diminta Menyusun Visi Misi Sesuai RPJMN

Faisal Abdalla    •    25 September 2018 18:18

Penyampaian rancangan teknokratik RPJMN 2020-2025 antara KPU dan Bappenas - Medcom.id/Faisal Abdalla. Penyampaian rancangan teknokratik RPJMN 2020-2025 antara KPU dan Bappenas - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) meminta pasangan capres dan cawapres Pemilu 2019 menyusun visi misi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2025. Visi-misi ini nantinya akan dituangkan dalam program kerja jika paslon terpilih. 

"Tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden agar dalam membuat visi dan misi pasangan calon harus mengacu pada RPJMN 2020-2025," kata Arief dalam acara penyampaian rancangan teknokratik RPJMN 2020-2025 antara KPU dan Bappenas di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 25 September 2018. 

Arief mengatakan RPJMN adalah panduan bagi seluruh elemen negara dalam menjalankan pembangunan. KPU, lanjut Arief, akan memfasilitasi paslon capres dan cawapres agar memahami garis besar pembangunan yang sudah disepakati oleh Bappenas melalui RPJMN 2020-2025.

Senada, Ketua Bappenas Bambang Brodjonegoro, meminta pasangan capres dan cawapres menyusun visi-misi sesuai dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2020-2025. Visi misi paslon nantinya akan menggambarkan hal-hal yang akan dilakukan paslon terpilih selama lima tahun ke depan. 

"Karena visi misi calon presiden yang akan disampaikan atau sudah disampaikan nanti kemudian apabila sudah ada yang menang, akan diterjemahkan menjadi RPJMN 2020-2024," tutur Bambang. 

Bambang mengatakan perlu ada koordinasi antara KPU, peserta pemilu, dan Bappenas. Hal ini untuk memastikan visi-misi paslon sejalan dengan RPJP Nasional. 

"Kebetulan RPJMN ini adalah fase terakhir dari RPJP nasional tersebut, sehingga sosialisasi yang diadakan hari ini karena KPU ingin memastikan bahwa setiap kandidat akan menyampaikan visi misi yang sejalan dengan undang-undang jangka panjang tersebut," tandas dia.