• Card 1 of 30
Hiburan

Wregas Bhanuteja Berbagi Pengalaman Membuat Film di Komfiest UKWMS

Pelangi Karismakristi    •    10 April 2018 13:10

Wregas Bhanuteja membagi pengalamannya membuat film dalam Komfiest UKWMS. Foto: Dok. UKWMS Wregas Bhanuteja membagi pengalamannya membuat film dalam Komfiest UKWMS. Foto: Dok. UKWMS

Surabaya: Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) sukses mengadakan event tahunan Komunikasi Fiesta (Komfiest). Salah satu acara yang berhasil menyedot perhatian mahasiswa UKWMS adalah seminar film bertajuk MOVe your IdEa: A Little Madness Makes Great Creativity yang mendatangkan sutradara Wregas Bhanuteja.

Wregas adalah sutradara muda yang karyanya sukses di dalam maupun luar negeri. Sebut saja filmnya yang berjudul Prenjak/ In The Year of Monkey, ini merupakan salah satu karya terbaiknya dan mendapat penghargaan Film Pendek Terbaik di Semaine de la Critique, Festival Film Cannes 2016. Selain itu, Wregas juga merupakan sutradara film Lemantun yang pernah ditampilkan dalam Jogja Asian-Netpac Film Festival (JAFF) 2014.

Pada acara yang diselenggarakan pada Kamis 5 April 2018 di Auditorium Benedictus UKWMS, para peserta seminar diajak menyaksikan langsung film Prenjak dan Lemantun karya Wregas. Wregas juga berbagi pengalamannya berkarya kepada para peserta seminar, menurutnya salah satu hal terpenting dalam membuat film adalah cerita.

"Saya sengaja memilih tema-tema sederhana yang familiar dalam kehidupan di sekitar saya. Karena dengan begitu, film yang dibuat akan terlihat alami, tidak dibuat-buat dan tidak memaksakan," ucap Wregas.

Dirinya juga mengakui bahwa saat pembuatan film pendek, produser sering terbentur dengan banyak kendala, terutama biaya serta hal di luar kontrol lainnya. Namun ia menekankan, keterbatasan tersebut justru bisa menjadi dorongan seseorang agar lebih kreatif.

"Ini yang terjadi di balik pembuatan film Lembusara yang dibuat dengan rekaman spontan yang diambil saat hujan abu akibat letusan Gunung Merapi. Orang lain m,ungkin hanya melihatnya sebagai bencana, tapi yang namanya bencana itu bagian dari jalan hidup yang harus dilalui dan kita bisa menyambutnya dengan ceria. Karena sehabis bencana, tanah kita subur," tukas laki-laki lulusan FFTV IKJ pada  2014 ini.

Sekedar informasi, film Prenjak karya Wregas ini berkisah tentang Diah (Rosa Winenggar) seorang perempuan di sebuah desa, yang dalam putus asa. Dia menawarkan kepada Jarwo (Yohanes Budyambara), korek api seharga Rp10 ribu per batang, untuk dinyalakan agar dapat digunakan mengintip kelaminnya  dari bawah meja. Melalui dialog-dialog sederhana serta umum yang diucapkan oleh para pemainnya dengan alami, terkuaklah lapis demi lapis aspek kehidupan Diah yang menjadi latar belakang tindakannya.

Prenjak berhasil memenangkan Le Prix Découverte Leica Cine untuk film pendek terbaik yang dipilih dari 10 film yang diputar dalam kompetisi. Ke 10 finalis itu disaring dari 1500 film pendek yang dikirim ke panitia festival. La Semaine de La Critique sendiri adalah salah satu festival independen bergengsi yang diselenggarakan berbarengan dengan Festival Cannes setiap bulan Mei.

Sedangkan Lemantun menceritakan apa yang terjadi saat seorang Ibu mewariskan lima buah lemari kayu tua kepada masing-masing dari kelima anaknya. Cerita bergulir dengan ringan dan sederhana namun kaya makna dan nilai. Ada beberapa aspek kultural yang disinggung, satu yang menonjol adalah soal pandangan anggota keluarga ke saudara yang sudah dewasa namun tak punya pekerjaan bergengsi dan masih tinggal bersama orangtua.

Hal itu tergambar secara apik melalui penokohan anak ke-tiga yaitu Tri yang kebingungan di mana harus meletakkan lemari warisan tersebut saat sang Ibu meminta saudara-saudaranya yang lain untuk segera membawa pulang lemari itu ke rumah mereka masing-masing. Dalam kebingungannya, selagi menunggu Ibunya mandi, Tri pun masuk ke dalam lemari serta meringkuk seperti bayi di dalam rahim. Melalui adegan yang mengenyuhkan hati tersebut, penonton pun diajak untuk memahami filosofi lemari yang sekaligus menggambarkan rahim seorang Ibu dan kerinduan seseorang akan rasa aman yang didapatkan semasa masih di dalam kandungan.