• Card 1 of 30
Pendidikan

Universitas Trisakti dan Telkom Paling Banyak Diincar Peserta OSC

Husen Miftahudin    •    18 Desember 2017 20:27

Suasana di depan lokasi seleksi peserta OSC 2017 di Kuningan City Jakarta, Senin, 18 Desember 2017, Medcom.id - Husen Miftahudin Suasana di depan lokasi seleksi peserta OSC 2017 di Kuningan City Jakarta, Senin, 18 Desember 2017, Medcom.id - Husen Miftahudin

Jakarta: Program beasiswa online scholarship competition (OSC) paling ditunggu-tunggu siswa/siswi SMA/SMK seluruh Indonesia. Selain diterima di perguruan tinggi favorit dan bebas uang pangkal, penerima beasiswa OSC medcom.id with Avitex juga mendapat beasiswa S1 hingga lulus, untuk 8 semester berturut-turut.

Kata Head of Marketing Communication OSC Herfindo Gading, pendaftar OSC tahun sebanyak 42.633 orang. Universitas Trisakti dan Universitas Telkom paling banyak diminati pendaftar.

"Jumlah pendaftar yang ingin ke Telkom itu lebih dari 10 ribu. Terus ada lagi yang ingin masuk ke Trisakti, itu ada sekitar 7.000-an pendaftar," ungkap Findo di Mall Kuningan City, Jakarta Selatan, Senin, 18 Desember 2017.

Menurutnya, OSC 2017 memiliki berbagai keunggulan dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Tahun ini jumlah kampus yang turut serta OSC sebanyak 12 Perguruan Tinggi Swasta (PTS), lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 10 kampus.

"Lalu yang membedakan tahun ini, kita didukung oleh beberapa kementerian, yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sama Kemenristek Dikti. Kami tahun ini juga menggunakan brand ambassador," paparnya.

Findo mengaku kesulitan terbesar penyelenggaraan OSC adalah mencari kampus-kampus pendukung yang ikut berpartisipasi. Ini lantaran proses negosiasi dan pendekatan ke kampus-kampus tersebut berbelit dan cukup alot, sehingga OSC 2017 hanya mendapat 12 kampus yang turut serta.

Ke-12 kampus yang berpartisipasi pun hanya berasal dari Pulau Jawa. Meski demikian, Findo optimistis dapat mengajak kampus dari laur Pulau Jawa pada tahun depan. Seperti, lanjutnya, Sulawesi Selatan dan Bali.

"Rencananya kami mau coba expand ke kampus-kampus daerah. Mungkin bisa jadi tahun depan ada 15 PTS yang berpartisipasi dengan sejumlah beasiswa yang juga mungkin lebih banyak," terang dia.

Begitu pun dengan penyelenggaraan test offline, direncanakan bakal ada yang beda dengan tahun ini. Pihaknya tengah menimbang untuk menyelenggarakan test offline sebagai tahapan akhir OSC digelar di luar Jakarta.

"Masih kami pelajari. Kalau memang memungkinkan, kami akan bikin test (offline) di daerah timur. Sepertinya menarik," ujar Findo.