• Card 1 of 30
Jawa Timur

UKWMS Resmikan Program Studi Profesi Insinyur

Pelangi Karismakristi    •    30 April 2018 19:09

Ilustrasi. Foto: Shutterstock Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Surabaya: Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) meresmikan Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI). UKWMS menjadi salah satu universitas yang mendapat mandat membuka program studi tersebut dari sejumlah perguruan tinggi (Perguruan Tinggi) di Indonesia. 

"Mandat  penugasan ini tidak sembarangan. Begitu banyak perguruan tinggi yang berminat mendirikan PS PPI, meski tidak ditugaskan. PT yang dipilih untuk mendirikan PS PPI adalah perguruan tinggi yang termasuk 150 perguruan tinggi berkualitas teratas di Indonesia. Dari 150 PT tersebut diseleksi lagi sehingga menghasilkan 40 PT di mana salah satu yang terpilih adalah UKWMS," ujar Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat memberi sambutan di Kampus UKWMS Pakuwon City,  pada Sabtu, 28 April 2018.

PS PPI adalah program studi yang diperuntukkan bagi para Sarjana Teknik yang ingin menjadi seorang profesional di bidang keteknikan, baik untuk bekerja sebagai dosen maupun bekerja di dunia industri. Mereka yang kelak lulus dari program studi ini akan mendapat gelar Insinyur (Ir) yang diletakkan di depan namanya.

Program Profesi Insinyur setara dengan program Profesi dalam bidang kesehatan atau profesi lainnya yang telah lebih dulu berkembang, misalnya dokter, apoteker, akuntan, dan lain-lain. Masa pendidikan PS PPI kurang lebih selama satu sampai dua semester atau satu tahun.

Selain meresmikan program studi tersebut, acara kali itu juga dilngsungkan dengan penandatanganan antara Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dengan UKWMS yang dilakukan oleh Ketua Umum PII Hermanto Dardak dan Rektor UKWMS Kuncoro Foe. Kemudian acara dilanjutkan dengan pelaksanaan diskusi panel  dengan tema “Peluang dan Tantangan Insinyur Profesional pada Era Digitalisasi”.

Hermanto Dardak memulai diskusi panel menyampaikan materi tentang Implementasi UU keinsinyuran dalam kaitan kebutuhan insinyur profesional di era digitalisasi. Menurutnya universitas harus bisa menjadi tempat yang mampu membuat insinyur berkualitas dan diakui di kancah global, bukan hanya mampu membuat rancangan namun juga mampu menerjemahkan semua yang dipelajari hingga siap menjadi produk massal.

"Dengan kebutuhan luar biasa yang muncul dengan pesatnya pembangunan Indonesia, kita perlu jembatan dalam mewujudkan prototype hingga menjadi produk massal. Inovasi harus terus menerus dilakukan dibarengi dengan pengurusan paten-paten yang menunjukkan keunikan produk-produk keinsinyuran Indonesia. “Alangkah baiknya jika apa yang dibangun di Indonesia ini adalah karya dari bangsa kita sendiri," jelas Hermanto. 

Untuk diketahui, keberlanjutan pembangunan suatu negara  membutuhkan kecukupan jumlah insinyur profesional yang berkualitas. Untuk mewujudkan ketersediaan insinyur profesional yang berkualitas, pemerintah Indonesia telah menetapkan Undang Undang No 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Terpilihnya UKWMS untuk membuka PS PPI telah tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Kelembagaan, Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomer 678/C.C4/KL/2016 tangal 11 April 2016 tentang Penugasan penyelenggaraan Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) pada Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

PS PPI merupakan jawaban pemerintah dan dunia pendidikan Indonesia atas terbitnya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Menurut  UU 11/2014 pasal 10 ayat (2): Setiap insinyur yang akan melakukan praktik Keinsinyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI). Lalu untuk mendapatkan STRI mereka harus lulus sarjana teknik dan lulus program profesi insinyur. 

"Semoga kepercayaan ini mampu dijawab oleh para insinyur lulusan Program Studi PPI Universitas Katolik Widya Mandala dengan mampu bersaing tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia internasional," kata Ketua Prodi PS PPI UKWMS Rasional Sitepu.