beasiswa osc
30cards

beasiswa osc

Updated 23 April 2018 13:16
  1. Wisudawan UKWMS Hasilkan Lima Karya Ilmiah Brilian
  2. Mahasiswi UKWMS Buktikan Pare Bermanfaat atasi Kadar Gula Darah Tinggi
  3. Gandeng Bawaslu, UAI Adakan Seminar Pilkada
  4. Executive Lecture, Bentuk Kepedulian UAI terhadap Perkembangan Teknologi
  5. Masih Ada Kesempatan Dapat Beasiswa di Telkom University
  6. UNPAR Siap Selenggarakan Parahyangan Project 2018
  7. Maranatha Fair 2018 Dipadati Ribuan Pencari Kerja
  8. Wregas Bhanuteja Berbagi Pengalaman Membuat Film di Komfiest UKWMS
  9. Mahasiswa UKDW Ikuti Program Pertukaran Pelajar di Taiwan
  10. Mencari Solusi Pengelolaan Sumber Daya Air di Yogyakarta
  11. UAI Gandeng MES DKI Kembangkan Kewirausahaan
  12. Medcom.id Konsisten Gelar OSC Setiap Tahun
  13. Tempe, Warisan Budaya Indonesia Kian Mendunia
  14. Mahasiswa UKDW Juarai Kompetisi FIT 2018
  15. Mahasiswa UKDW Bertukar Pengalaman dengan Mahasiswa dari Jepang
  16. Hadapi Era Digital, UKWMS Luncurkan FKIP Mobile Application
  17. UKWMS Lakukan Groundbreaking Auditorium Widya Mandala
  18. Pemanfaatan Inovasi Teknologi Menjadi Tantangan
  19. UAI Komitmen Lahirkan Aktor Perubahan
  20. Mbatik Bebas Limbah ala UKWMS
  21. UKWMS Undang Delegasi Taiwan dan Jepang Membatik
  22. Yuk Cari Tahu soal OSC di WEFEST 2018
  23. Mahasiswa Hanseo University Korea & UKDW Antusias Ikuti Joint Program
  24. Mahasiswa UMN Berbagi Tips Dapatkan Beasiswa OSC
  25. Afgan: OSC with Avitex Bagus untuk Mendukung Generasi Penerus Bangsa
  26. Program OSC with Avitex Berikan Ratusan Beasiswa dalam Tiga Tahun
  27. OSC with Avitex Membantu Siswa Kurang Mampu
  28. Program OSC with Avitex Diharap Terus Ada Setiap Tahun
  29. Jumlah Peserta OSC with Avitex Terus Meningkat
  30. Kebanggaan Tukang Ojek Antarkan Putrinya Rengkuh Beasiswa OSC
  • Card 20 of 30
Nasional

Mbatik Bebas Limbah ala UKWMS

M Studio    •    09 Februari 2018 15:13

Profesor dan mahasiswa dari Jepang dan Taiwan belajar membatik di UKWMS. Profesor dan mahasiswa dari Jepang dan Taiwan belajar membatik di UKWMS.

Surabaya: Delapan orang delegasi asal Jepang dan Taiwan bertandang ke beberapa laboratorium dan jurusan-jurusan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) demi belajar membatik.

Rombongan terdiri dari dua mahasiswa dan satu dosen asal Osaka Institute of Technology (OIT) dan lima mahasiswa dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST).

Kedatangan mereka untuk menunaikan kerja sama antara UKWMS dengan NTUST dan OIT dalam melaksanakan sistem pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) selama tujuh hari yang mengangkat tema The Challenge of Preserving Batik as a Local Cultural Heritage in the Midst of Disruptive Digital Era.



Kerja sama ini diinisiasi Fakultas Teknik, melibatkan Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Bisnis serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fakultas Filsafat di UKWMS.

Profesor dari OIT Masahiro Muraoka mengaku sangat senang bisa berkunjung kembali ke UKWMS dalam rangka PBL.

“Tahun lalu saya dan mahasiswa belajar banyak tentang durian, dan saya yakin bisa belajar lebih banyak lagi tentang batik Indonesia kali ini,” kata Masahiro.

Bersama Masa adalah dua mahasiswa OIT, yakni Nohara Katayama dan Noe Tamaki. Delegasi dari NTUST adalah Liu Jia Hua, Su Chia Sheng, Lee Pei Ju, Wu Xin Ping dan Liao Tzu Yu, rata-rata sedang menjalankan tahun kedua dan ketiga dalam masa perkuliahan mereka.

“Ini merupakan kali kedua PBL diadakan. Jika tahun lalu delegasi-delegasi ini kami ajak untuk ‘mabuk durian,’ kali ini kami ingin mengenalkan betapa indah, mendalam dan bermanfaatnya kesenian batik Indonesia ini,” ujar Kepala Kantor Urusan Internasional UKWMS Erlyn Erawan.

Erlyn menambahkan bahwa UKWMS merasakan keprihatinan karena ‘anak-anak zaman now’ lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan gawai mereka. Digitalisasi memang perwujudan kemajuan peradaban manusia, namun di sisi lain generasi muda tetap perlu diajak untuk menghargai betapa kaya dan berharganya warisan budaya bangsa ini.

PBL juga diwujudkan dalam bentuk pemberian seminar singkat mengenai motif-motif batik khas kedaerahan, mulai dari filosofinya, hingga pemaparan tentang resiko kesehatan yang dihadapi oleh para pengrajin batik tulis.



Setiap seminar selalu dilanjutkan dengan ajang diskusi untuk mencari solusi bagi setiap permasalahan yang didapati dari proses industri Batik Indonesia.
 
Pada hari ketiga PBL, Kamis, 8 Februari 2018, para tamu bergabung langsung dalam praktikum pemanfaatan pewarna alami dari bahan alam asli Indonesia seperti kayu secang, teh, kopi, daun suji, daun jati, kunyit, daun jambu, sabut kelapa dan bunga telang untuk membuat batik dengan teknik ikat celup di Fakultas Farmasi UKWMS.

“Kami ingin mengenalkan salah satu faktor dalam batik dan proses membatik, yaitu pewarna alami dari kekayaan alam Indonesia yang menjadi ciri khas dan kelebihan batik Indonesia,” papar F.V. Lanny Hartanti, pemateri dan instruktur praktikum.

Dalam praktikum bersama ini, seluruh peserta PBL sebanyak 27 orang dari tiga universitas dan tiga negara tersebut belajar mengenai pewarna alami, metode preparasi pembuatannya, serta kelebihan dan kekurangan pewarna alami dibanding perwarna sintetis.

Mempraktikan pewarnaan kaos dengan pewarna alami menggunakan teknik ikat-celup atau tie-dyes, para mahasiswa ini dapat merasakan secara langsung pengalaman menjadi pengrajin batik Indonesia dalam versi sederhana.

Tujuan dari praktikum ini adalah memperkenalkan salah satu faktor dalam batik dan proses membatik, yaitu pewarna alami dari kekayaan alam Indonesia yang menjadi ciri khas dan kelebihan Batik Indonesia.

Batik jumputan dibuat dengan melakukan tiga tahapan. Tahapan yang pertama adalah pembersihan materi pabrik pada kaos atau kain dengan cara dicuci dan dikeringkan selama semalam.


F.V. Lanny Hartanti, pemateri dan instruktur praktikum.

Kemudian pada tahapan kedua bahan-bahan tanaman yang akan dijadikan bahan pewarna harus dihancurkan terlebih dahulu dan melalui proses ekstraksi dengan direbus dan disaring. Setelah melalui dua tahapan tersebut barulah kaos bisa diberikan warna sesuai dengan motif yang diinginkan.

Lee Pei Ju, peserta PBL dari Taiwan tidak menyangka bahwa pewarna alami yang digunakan untuk membuat batik hari ini ternyata juga bisa dipergunakan untuk membuat kosmetika seperti lipstik, blush on dan eye shadow. "Sungguh menarik dan luar biasa.”

Lulu, sapaan Lee Pei Ju, mengatakan dirinya bersyukur bisa belajar membuat batik jumputan serta mengetahui makna di balik motif-motif yang ada pada kain batik Indonesia.

Ia mengatakan bahwa di Taiwan Utara juga ada kebudayaan membuat kain yang disebut Lan Ran, mirip dengan batik jumputan ala Indonesia namun warnanya hanya biru, bukan warna warni seperti Batik Indonesia.

Melalui ajang PBL ini, UKWMS berharap tidak hanya dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan rekanan dari Jepang dan Taiwan, namun juga dengan masyarakat luas.

beasiswa osc
30cards

beasiswa osc

Updated 23 April 2018 13:16
  1. Wisudawan UKWMS Hasilkan Lima Karya Ilmiah Brilian
  2. Mahasiswi UKWMS Buktikan Pare Bermanfaat atasi Kadar Gula Darah Tinggi
  3. Gandeng Bawaslu, UAI Adakan Seminar Pilkada
  4. Executive Lecture, Bentuk Kepedulian UAI terhadap Perkembangan Teknologi
  5. Masih Ada Kesempatan Dapat Beasiswa di Telkom University
  6. UNPAR Siap Selenggarakan Parahyangan Project 2018
  7. Maranatha Fair 2018 Dipadati Ribuan Pencari Kerja
  8. Wregas Bhanuteja Berbagi Pengalaman Membuat Film di Komfiest UKWMS
  9. Mahasiswa UKDW Ikuti Program Pertukaran Pelajar di Taiwan
  10. Mencari Solusi Pengelolaan Sumber Daya Air di Yogyakarta
  11. UAI Gandeng MES DKI Kembangkan Kewirausahaan
  12. Medcom.id Konsisten Gelar OSC Setiap Tahun
  13. Tempe, Warisan Budaya Indonesia Kian Mendunia
  14. Mahasiswa UKDW Juarai Kompetisi FIT 2018
  15. Mahasiswa UKDW Bertukar Pengalaman dengan Mahasiswa dari Jepang
  16. Hadapi Era Digital, UKWMS Luncurkan FKIP Mobile Application
  17. UKWMS Lakukan Groundbreaking Auditorium Widya Mandala
  18. Pemanfaatan Inovasi Teknologi Menjadi Tantangan
  19. UAI Komitmen Lahirkan Aktor Perubahan
  20. Mbatik Bebas Limbah ala UKWMS
  21. UKWMS Undang Delegasi Taiwan dan Jepang Membatik
  22. Yuk Cari Tahu soal OSC di WEFEST 2018
  23. Mahasiswa Hanseo University Korea & UKDW Antusias Ikuti Joint Program
  24. Mahasiswa UMN Berbagi Tips Dapatkan Beasiswa OSC
  25. Afgan: OSC with Avitex Bagus untuk Mendukung Generasi Penerus Bangsa
  26. Program OSC with Avitex Berikan Ratusan Beasiswa dalam Tiga Tahun
  27. OSC with Avitex Membantu Siswa Kurang Mampu
  28. Program OSC with Avitex Diharap Terus Ada Setiap Tahun
  29. Jumlah Peserta OSC with Avitex Terus Meningkat
  30. Kebanggaan Tukang Ojek Antarkan Putrinya Rengkuh Beasiswa OSC