• Card 1 of 30
Nasional

Transjakarta Ditugaskan Buka Empat Trayek Baru

Nicky Widadio    •    03 Agustus 2018 20:12

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah - Medcom.id/Nur Azizah. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah - Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Dinas Perhubungan DKI Jakarta menugaskan PT Transjakarta menambah empat trayek Transjakarta, selama perhelatan Asian Games 2018. Keempat trayek itu merupakan hasil modifikasi rute di koridor Transjakarta dengan jalur biasa untuk mengurangi lonjakan kendaraan bermotor selama Asian Games.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah mengirimkan surat penugasan kepada PT Transjakarta pada Jumat, 3 Agustus 2018. Tiga dari empat trayek tersebut melintasi area non ganjil genap, namun bersinggungan langsung dengan area perluasan ganjil genap.

Pasalnya, efek kemacetan justru terasa di rute alternatif dari perluasan ganjil genap. Peningkatan pelayanan transportasi publik dibutuhkan agar masyarakat mau beralih moda.

"Kami tidak hanya fokus di angkutan di ruas-ruas ganjil genap, karena memang di ruas ganjil genap (angkutan) sudah ada. Justru yang kita fokuskan ruas-ruas di luar-luar ganjil genap. Makanya ada modifikasi trayek," kata Andri ketika dihubungi, Jumat, 3 Agustus 2018.

Keempat trayek baru tersebut yakni Sudirman-Pondok Indah, Gunung Sahari-Gajah Mada, Kelapa Gading-Kuningan, serta Pondok Kelapa-Cawang. Andri menjelaskan trayek tersebut hanya bersentuhan sekitar 20 persen dengan trayek Transjakarta yang sebelumnya telah ada.

Misalnya, trayek Sudirman-Pondok Indah bermula dari Bundaran Senayan yang merupakan area ganjil genap menuju jalur alternatif seperti Jalan Pakubuwono, Jalan Kebayoran Baru, menuju Jalan Metro Pondok Indah. Jalan Metro Pondok Indah sendiri merupakan area perluasan ganjil genap.

"Rutenya campuran, karena kalau terus-terusan di busway berarti tidak ada modifikasi. Kalau tidak ada modifikasi, gimana ruas yang dari luar ganjil genap kan? Harus terintegrasi dengan koridor ganjil genap dong," jelas Andri.


Pihaknya berharap PT Transjakarta bisa mengeksekusi penugasan tersebut sebelum perhelatan Asian Games dimulai. Selambat-lambatnya trayek baru mesti sudah ada pada 17 Agustus, atau satu hari sebelum Asian Games dimulai.

Sementara ini penambahan empat trayek baru hanya berlaku hingga Asian Games usai. Setelahnya Dishub akan mengevaluasi kembali kehadiran trayek itu apakah akan dilanjutkan atau tidak. Keputusan itu juga bergantung pada kelanjutan kebijakan perluasan ganjil genap pasca Asian Games.

"Ini nanti akan dievaluasi, kalau seumpama ganjil-genap diperpanjang bisa juga (trayek) diperpanjang. Tapi kalau ganjil genap sampai Asian Games saja, ya kita enggak juga," ucap Andri.

Andri menyerahkan penetapan jumlah armada ke pihak Transjakarta. Sebab, dibutuhkan perhitungan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan agar operasional bus tetap efisien.

"Kita kan baru uji coba tidak bisa kami jor-joran keluarkan bus. Nanti inefisiensi. Kalau masyarakat banyak animonya, kita kan senang karena target masyarakat bisa pindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum tercapai," kata Andri.

Sementara itu, PT Transjakarta mengaku belum menerima surat penugasan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Kepala Humas PT Transjakarta, Wibowo belum bisa berkomentar terkait teknis dari penugasan tersebut. "Kami belum bisa komentar karena belum terima suratnya," ujar Wibowo ketika dihubungi.