• Card 1 of 30
Nasional

Mengakali Pelat Nomor Terancam Saksi Pemalsuan

Nur Azizah    •    02 Agustus 2018 16:51

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko. Foto: Medcom.id/Deny Irwanto Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko. Foto: Medcom.id/Deny Irwanto

Jakarta: Polisi dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengantisipasi banyaknya warga yang menggunakan pelat nomor palsu untuk menghindari sistem ganjil genap. Selain sanksi tilang, warga dapat dikenakan sanksi pidana.
 
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko mengatakan pelaku yang memalsukan plat nomor masih diberi toleransi dengan diberikan sanksi tilang. Padahal, pemalsuan pelat nomor masuk dalam tindak pidana.
 
"Kemarin kepolisian masih kasih toleransi. Kami kasih edukasi dulu makanya baru dikasih denda tilang," kata Sigit saa, Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2018.
 
Modus pemalsuan pelat nomor dilakukan dengan cara menempelkan lakban hitam. Petugas yang jeli langsung menindak pengendara nakal.
 
"Petugas langsung mengenali. Ini fenomena ya," ungkapnya.

Baca: Ribuan Pelanggar Perluasan Ganjil Genap Ditilang

Berdasarkan Undang Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jika ada indikasi pemalsuan (STNK dan/atau plat nomor kendaraan), akan dilakukan penilangan serta diproses pidana pemalsuan sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi pidana itu sebagaimana diatur dalam UU sebagai berikut:

1. Pasal 280, melanggar tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.
 
2. Pasal 287 ayat 1, melanggar larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.
 
3. Pasal 288 ayat 1, melanggar tidak dilengkapi dengan STNK atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000.
 
Pelanggar bisa dikenakan pasal berlapis jika ketahuan memalsukan pelat nomor untuk memaksa masuk area pemberlakukan pembatasan kendaraan ganjil genap.