• Card 18 of 30
Nasional

Tilang Elektronik Ampuh Kurangi Pelanggaran

Siti Yona Hukmana    •    03 Oktober 2018 11:36

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf - MI/Tosiani. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf - MI/Tosiani.

Jakarta: Jumlah pelanggar lalu lintas berkurang dibanding hari pertama diberlakukan uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE). Pada Senin, 1 Oktober 2018, tercatat ada sebanyak 232 pelanggar

"Selasa, 2 Oktober 2018 berkurang menjadi 104 pelanggar," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Oktober 2018.

Sebanyak 104 pelanggar tersebut terekam pada waktu yang berbeda. Pelanggaran paling banyak terjadi siang hingga sore, yakni 43 pelanggaran.

Pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB sebanyak enam pelanggaran. Pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB sebanyak 43 pelanggaran.

Sementara, pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB sebanyak 48 pelanggaran dan pukul 18.00 WIB hingga 00.00 WIB, sebanyak tujuh pelanggaran.

"Jumlah pelanggaran sebanyak 104. Rinciannya, pelanggaran dari pelat kuning ada 12, 66 pelat hitam, 26 lain-lain (nomor polisi dinas dan luar wilayah Polda Metro Jaya)," terang Yusuf.

Baca: Pelanggar tak Ditilang Selama Uji Coba Tilang Elektronik

Untuk jenis pelanggarannya, yakni melanggar marka jalan, menerobos lampu lalu lintas, dan ganjil genap.

Meski terekam kamera pengawas (CCTV) melanggar lalu lintas, pelanggar tersebut tidak dilakukan penindakan. Pasalnya, pada masa uji coba masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Uji coba dilakukan selama sebulan, dari 1 hingga 31 Oktober 2018.