• Card 1 of 30
Nasional

Aturan Ganjil Genap Diharap tak Selamanya

Fachri Audhia Hafiez    •    03 Juli 2018 11:33

 Suasana kepadatan arus lalu lintas pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/7). Suasana kepadatan arus lalu lintas pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/7).

Jakarta: Perhelatan Asian Games 2018 membikin sejumlah perubahan pada kebijakan lalu lintas. Ini dilakukan untuk memenuhi waktu tempuh maksimal dari wisma atlet ke venue. 

Salah satu yang dilakukan adalah 
perluasan sistem ganjil genap di Jakarta. Kebijakan ini ditanggapi beragam oleh masyarakat. 

Mualip, misalnya, sopir angkutan online ini tak masalah dengan kebijakan ganjil genap. Hanya, dia berharap kebijakan tak diteruskan setelah Asian Games selesai. 

"Katanya cuma sampai Asian Games saja kan, kalau bisa jangan seterusnya," kata Mualip saat berbincang dengan Medcom.id di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Juli 2018.

Pria berusia 39 tahun itu mengaku sudah dua tahun menjadi sopir angkutan online. Dia bilang, bila perluasan diteruskan, maka bakal berdampak pada penghasilannya. 

(Baca juga: Ganjil Genap Efektif Pangkas Waktu Tempuh Perjalanan Atlet)

"Bakal ada penurunanlah, biasanya dapat Rp500 ribu sehari bisa saja turun 50 persen karena menghindari ruas-ruas jalan ini," kata dia.

Senada, Agung, 31, pengemudi angkutan online lain, berharap perluasan ganjil genap tak berlangsung lama. Jika alasannya untuk mengurangi kemacetan, menurut Agung, aturan itu tidak akan efektif.

"Sekarang kalau pemerintah beralasan untuk mengurangi kemacetan saya rasa enggak, apalagi sekarang banyak juga yang punya mobil dua," tutur Agung yang juga sudah dua tahun menjalani profesinya.

Namun, bila akhirnya perluasan ganjil genap diterapkan juga, Agung tak bisa berbuat banyak. Asal, kata dia, taksi online dilegalkan dan tarif pajak kendaraan diturunkan. 

"Syaratnya pemerintah wajib menurunkan tarif pajak misalnya 50 persen. Saya bayar pajak mobil ini sekitar Rp3 juta, kalau setengahnya kan lumayan," ujar Agung.