• Card 1 of 30
Nasional

Perluasan Ganjil Genap Diyakini Berimbas ke Jalan Alternatif

Siti Yona Hukmana    •    04 Juli 2018 12:08

Petugas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan bermotor pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di persimpangan Pancoran, Jakarta, Senin (2/7). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar. Petugas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan bermotor pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di persimpangan Pancoran, Jakarta, Senin (2/7). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

Jakarta: Uji coba perluasan sistem ganjil genap di sejumlah ruas jalan telah diberlakukan mulai 2 Juli hingga 31 Juli 2018.

Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan, kebijakan ini akan berimbas pada peningkatan volume kendaraan di jalan alternatif. 

"Bagi mereka yang tidak menggunakan nomor polisi (nopol) sesuai kalender pasti menggunakan jalur alternatif. (Maka itu) pasti ada peningkatan volume," kata AKBP Budiyanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

Budiyanto menjelaskan, selama uji coba, tidak ada penindakan. Untuk minggu pertama, polisi akan menggandeng Dinas Perhubungan untuk menyebar brosur sosialisasi kepada masyarakat.

"Minggu kedua kita akan membagikan peringatan. Minggu ketiga sudah memilah dan minggu keempat kita sudah mengalihkan kendaraan yang tak sesuai dengan ganjil genap," jelas Budiyanto. 

Kebijakan ganjil genap ini berlaku pada kendaraan yang tanggal genap untuk nopol genap dan tanggal ganjil untuk nopol ganjil. Namun, setelah memasuki Agustus, menurut Budiyanto, polisi akan menilang pelanggar.

"Nanti 1 Agustus sudah dilakukan penegakan hukum, tapi ada yang bersifat represif judicial (teguran tilang) dan nonrepresif judicial (teguran lisan)," ungkap Budiyanto.

Sistem ganjil genap ini diberlakukan di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, sebagian Jalan S Parman, Jalan HR Rasuna Said, Jalan RA Kartini, Jalan Metro Pondok Indah, dan Jalan Benyamin Sueb.

Sementara sejumlah rute alternatif bagi para pengendara yang tak bisa melintas di ruas jalan tersebut, yakni: 
1. Jalan Perintis Kemerdekaan - Jalan Suprapto - Jalan Salemba Raya - Jalan Matraman - dan sekitar arah Timur.
2. Jalan Warung Jati Barat - Jalan Pejaten Raya - Jalan Pasar Minggu - Jalan Soepomo - Jalan Saharjo - dan sekitar arah Selatan.
3. Jalan RE Martadinata - Jalan Danau Sunter Barat - Jalan HBR Motik - Jalan Gunung Sahari - dan sekitar Utara.
4. Jalan RA Kartini - Jalan Ciputat Raya - dan sekitar arah Selatan.
5. Jalan Akses Tol Cikampek- Jalan Sutoyo - Jalan Dewi Sartika - dan sekitar arah Timur.
6. Jalan S Parman - Jalan Tomang Raya - Jalan Surya Pranoto atau Jalan Cideng - dan sekitar arah Utara.