• Card 1 of 30
Nasional

Banyak Masyarakat Belum Tahu Perluasan Ganjil Genap

Sunnaholomi Halakrispen    •    19 Juli 2018 03:07

Suasana kepadatan arus lalu lintas pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/7). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar. Suasana kepadatan arus lalu lintas pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/7). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

Jakarta: Masih banyak masyarakat DKI Jakarta yang belum mengetahui tentang perluasan uji coba sistem ganjil genap.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengatakan, anggotanya di lapangan masih menemukan pelat nomor mobil yang tidak sesuai dengan tanggal.

"MT Haryono masih banyak masyarakat yang kita arahkan atau kita keluarkan dari jalur itu karena alasan mereka belum tahu. Jadi kita perlu keluarkan dari jalur," kata Yusuf kepada Medcom.id, Rabu, 18 Juli 2018.

Yusuf menjelaskan, para pengemudi yang melanggar peraturan tersebut langsung dihentikan. Selain itu, pengemudi pun diberikan teguran dan diberikan pengarahan.

"Dihentikan, kemudian ditanya apakah dia tahu ini jalur ganjil-genap. Kami beritahu kalau dia melanggar dan harus keluar lewat jalur sana," ungkap Yusuf.

Meskipun tidak sedikit pengemudi yang belum mengetahui penerapan uji coba ganjil-genap, ia menyampaikan bahwa hal tersebut terbilang wajar. Pasalnya, hari pertama dianggap sebagai masa pengenalan.

"Biasanya hari pertama memang banyak yang belum tahu (sistem ganjil-genap). Hari selanjutnya atau kira-kira lusa akan berkurang," ungkap Yusuf.

Selanjutnya, Yusuf menyatakan selama 16 hari dilakukannya uji coba ganjil-genap ini, evaluasinya dianggap baik berjalan lancar. Sementara itu, ia mengaku belum memikirkan apakah sistem lalu lintas tersebut akan diberlakukan selamanya.

"Progressnya bagus, hasil evaluasi bagus. Hanya untuk Asian Games dulu kami amankan, sementara ini belum sampai ke sana (pemberlakuan selanjutnya setelah Asian Games)," tandas Yusuf.

Selama uji coba ini, terdapat tim penjaga atau keamanan gabungan, yakni dari pihak polisi lalu lintas sebanyak 420 personel, 100 personel shabara, sebanyak 10 personel propam Polda Metro Jaya, dan 25 personel dari TNI. "Satpol PP dari pihak Dinas Perhubungan DKI juga ada tapi saya belum tahu jumlahnya," pungkasnya.

Setelah uji coba, Yusuf meyakini pada pemberlakuan ganjil-genap atau Sabtu, 1 Agustus 2018, akan lebih ditegakkan lagi dengan adanya penilangan bagi pengemudi yang melanggar sistem tersebut.