• Card 1 of 30
Nasional

Transportasi Sehat Merakyat Impian Korlantas

Dhaifurrakhman Abas    •    13 Maret 2018 16:23

Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (tengah). Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana. Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa (tengah). Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendorong pemerintah meningkatkan infrastruktur trotoar, jalur sepeda, serta mensubsidi angkutan umum. Tujuannya, untuk membudayakan publik agar beralih menggunakan transportasi sehat merakyat.

"Kami dari Korlantas sedang mendorong, mengampanyekan program transportasi sehat merakyat. Itu kalau di Amerika terkenal dengan active transportation," kata Kepala Korlantas Inspektur Jenderal (Irjen) Royke Lumowa kepada Medcom.id, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 13 Maret 2018.

Menurut dia, terdapat tiga poin utama substansi transportasi sehat merakyat. Poin ini adalah berjalan kaki, bersepeda, dan penggunaan angkutan umum di perkotaan.

Untuk membudayaan konsep ini, kata Royke, pemerintah perlu meningkatkan pelayanan transportasi umum dengan memberi subsidi. Subsidi itu nantinya digunakan untuk meremajakan angkutan umum.

"Tujuannya untuk merangsang masyarakat beralih menggunakan transportasi umum yang nyaman," tutur Royke.

Pemerintah juga diimbau untuk meningkatkan pembangun infrastruktur trotoar dan jalur sepeda yang laik dan aman. Itu untuk meningkatkan pedestrian dan pengguna sepeda di dalam kota.

"Kita akan menerapkan seperti di Negara Jepang yang terkenal dengan pejalan kaki dan pesepedanya," beber dia.

Royke mengakui pembudayaan transportasi sehat merakyat di Indonesia masih jauh dari sasaran. Selain fasilitas yang belum memadai, ini juga dipengaruhi dengan cara berpikir masyarakat yang belum sadar untuk memelihara fasilitas transportas. 

"Meskipun beberapa trotoar sudah dibuat nyaman di Jakarta, tetapi kenyataannya trotoar digunakan sebagai lapak PKL (pedagang kaki lima)atau dimanfaatkan motor untuk melintas dan parkir," tukas Royke.

Baca: Sistem Transportasi di AS Menginspirasi Ganjil Genap di Tol

Selain itu, tingkat polusi dan temperatur iklim di Indonesia yang cukup tinggi turut menjadi kendala realisasi transportasi sehat merakyat. Namun, jika seluruh elemen masyarakat menyadari pentingnya transportasi sehat merakyat, semua kendala dapat diatasi. 

"Negara-negara maju memang didukung udara yang bagus. Tapi sebenarnya Indonesia itu udaranya bagus, kalau mau dijaga," ungkap di.

Royke membandingkan Indonesia dengan negara tetangga, semisal Malaysia dan Singapura. Menurut dua, dua negara tersebut memiliki iklim yang tak jauh berbeda dengan Indonesia. Hanya, pemerintah dua negara itu menyadari kaitan antara iklim, polusi udara dan pengendaraan kendaraan.

"Kalau mau jujur, dua negara itu, udaranya walaupun panas, pernafasan tidak terganggu oleh polusi dan knalpot. Ini sangat berhubungan dengan peningkatan penggunaan angkutan umum, pedestrian dan bersepeda. Polusinya harus berkurang agar nyaman," pungkas dia.