• Card 5 of 30
Nasional

Ganjil Genap Belum Berdampak pada Perekonomian

Nur Azizah    •    16 Oktober 2018 13:55

Ilustrasi ganjil genap. Foto: MI/Ramdani. Ilustrasi ganjil genap. Foto: MI/Ramdani.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasannya memperpanjang perluasan kebijakan ganjil genap hingga akhir Desember 2018. Seharusnya, kebijakan ini berakhir pada Sabtu 13 Oktober 2017.
 
Anies tak menampik hasil evaluasi perluasan ganjil genap menunjukkan tren positif. Mulai dari jumlah kendaraan umum, kecepatan kendaraan meningkat, hingga waktu tempuh menurun. Namun, data yang didapat dirasa kurang. Anies butuh data yang lebih lengkap.
 
"Kita belum punya data lengkap terkait efek dari perilaku pengguna. Kemudian data efek perekonomian juga belum lengkap. Karena itu saya perpanjang sampai Desember," kata Anies di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Oktober 2018.
 
Anies menuturkan, perpanjangan ganjil genap tidak dilakukan sepanjang hari. Mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB dan pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.
 
"Siang hari tidak berlaku ganjil genap. Kenapa diberlakukan? Karena kita ingin mengelola perilaku pengendara," imbuh dia.

Baca: Pasar Minggu Hingga Simpang Pancoran Bebas Ganjil Genap

Berdasarkan surat keputusan Nomor 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil-Genap, kebijakan itu tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu maupun hari libur nasional. Berikut jalan yang terkena perpanjangan perluasan sistem ganjil-genap hingga akhir tahun :
 
1. Jalan Medan Merdeka Barat;‎
2. Jalan MH Thamrin;
3. Jalan Jenderal Sudirman;‎
4. Sebagian Jalan Jenderal S Parman (mulai dari Jalan Simpang Tomang Raya sampai Jalan simpang KS Tubun);‎
5. Jalan Gatot Subroto;‎
6. Jalan HR Rasuna Said;‎
7. Jalan Jenderal MT Haryono;‎
8. Jalan Jenderal DI Panjaitan;‎ dan
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani.