• Card 26 of 30
Nasional

Ketiadaan Perda Ancam Investasi di Kepulauan Seribu

Intan Yunelia    •    11 April 2018 17:32

Foto udara gugusan Kepulauan Seribu di Jakarta. Foto: Antara/Ahmad Subaidi. Foto udara gugusan Kepulauan Seribu di Jakarta. Foto: Antara/Ahmad Subaidi.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta segera merampungkan revisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKS Pantura) dan Raperda Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Ketiadaan perda dikhawatirkan mengganggu proses investasi di Kepulauan Seribu.  

"Ini akan ada kesulitan dalam pembangunan. Kenapa? Karena zonanya belum ditentukan," kata  Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Bestari Barus di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 April 2018.

Menurut dia, pemetaan di pantai utara Jakarta belum dibagi-bagi ke dalam zona konservasi, zona ekonomi khusus, dan zona keamanan nasional. Alhasil, investor takut bila nantinya wilayah yang dibangun bukan sesuai peruntukan.

"Kalau investasi agak besar tapi peruntukannya bukan untuk itu bisa bubar," ujar dua.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI itu juga menilai tata ruang di kawasan Kepulauan Seribu masih buruk. Ini khususnya soal penataan pipa dan kabel bawah laut.

"NasDem berapa kali mengusulkan pipa air itu masuk ke Kepulauan Seribu kalau masalah biaya APBD-nya mampu, kenapa tidak," jelas dia.

Baca: DPRD DKI Tunggu Keberanian Anies Bahas Raperda Reklamasi

Anies sempat mencabut dua raperda yang mengatur reklamasi Teluk Jakarta. Anies tidak ingin pantai Jakarta hanya untuk sektor komersil.

"Kemarin, DPRD sudah menyerahkan surat pengembalian atas dua raperda yaitu  terkait (Raperda) RTRKS Pantura Jakarta dengan Raperda RZWP3K," kata Anies, Jumat, 15 Desember 2017.

Setelah menerima dua salinan raperda tersebut, Anies membentuk tim untuk penataan konseptual membahas raperda yang baru. Raperda yang baru akan dikaji dari faktor sosiologis, ekonomis, dan strategi global.