• Card 29 of 30
Nasional

Anies-Sandi Didesak Percepat Revisi Raperda Reklamasi

Nur Azizah    •    10 April 2018 13:29

Reklamasi Teluk Jakarta. Foto: MI/Ramdani Reklamasi Teluk Jakarta. Foto: MI/Ramdani

Jakarta: Revisi rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta hingga kini belum rampung. Padahal, revisi sudah dilakukan sejak Desember 2017.
 
Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta Bestari Barus meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno mempercepat revisi tersebut.
 
"Seharusnya dipercepat. Pulau kecil kita itu sudah dizonasi, kalau enggak nanti pengembangan jadi terbengkalai karena enggak tahu di mana harus bikin apa," kata Bestari kepada Medcom.id, Jakarta Pusat, Selasa, 10 April 2018.
 
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta ini mengaku sering menagih revisi Raperda tersebut. Namun, tidak ada kejelasan terkait progres revisi itu.
 
"Pimpinan sering rapat di sana dan sering menanyakan, tapi sampai hari ini enggak ada kabar dan enggak ada penjelasan lagi bahas apa," ungkapnya.

 

Baca: Raperda Reklamasi Teluk Jakarta Masih Gelap

Ia mendesak Anies-Sandi segera merampungkan perbaikan itu. Menurutnya, Raperda tersebut dapat memberikan kepastian hukum untuk menata wilayah pesisir.
 
Desember 2017, Anies manarik Raperda Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta belum juga rampung dari Prolegda. Anies mengaku bakal mengkaji ulang terkait Raperda tersebut.
 
Setelah itu, dia akan membuat penilaian terhadap kebutuhan Jakarta hari ini dan masa depan. "Kita ingin kawasan Utara Jakarta itu bisa dirasakan warga. Kita ingin warga Jakarta tinggal di pesisir. Bukan secara fisik, tapi secara kegiatan dan mainset," kata Anies beberapa waktu lalu.
 
Mantan Menteri Pendidikan RI ini menyampaikan, menata kawasan Utara Jakarta tidak bisa hanya menggunakan profil Jakarta masa lalu. Harus menggunakan profil masa depan.
 
"Harus memperhatikan faktor sosial ekonomi, geopolitik, dan lingkungan hidup. Karena itu, nanti ada tim yang akan membuat kajian dan perencanaan," ujar dia.
 
Tim tersebut juga akan berbicara dengan seluruh pihak terkait dengan reklamasi. Untuk sementara waktu Anies tidak akan membahas Raperda Reklamasi.
 
"Karena alasan tadi kita memutuskan tidak membahas Raperda itu (Reklamasi) sekarang. Kajian harus kita matangkan," ujar dia.
 
Penggagas Gerakan Indonesia Mengajar ini menargetkan tim tersebut akan berkerja mulai awal tahun depan. "Timnya akan dibentuk, mudah-mudahan di awal tahun mulai berkerja," pungkasnya.