• Card 27 of 30
Nasional

Anies Segel Bangunan di Pulau C dan D

Nur Azizah    •    07 Juni 2018 11:09

Petugas menyegel cluster di Pulau D hasil reklamasi Teluk Jakarta. Foto: Medcom.id/Nur Azizah. Petugas menyegel cluster di Pulau D hasil reklamasi Teluk Jakarta. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta menyegel seluruh bangunan di dua pulau reklamasi, Pulau C dan D pagi ini. Pasalnya, bangunan-bangunan tersebut berdiri ilegal tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).
 
Dalam penyegelan ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir. Dia datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan batik berwarna hijau.
 
Tak membutuhkan waktu lama, 300 personel Satpol PP langsung memasang spanduk merah yang bertulisan 'Bangunan Ini Disegel'. Di antara bangunan yang disegel ada ruko empat lantai dan sebuah cluster perumahan bernama ‘Orchestea’ di Pulau D.
 
"Ini penindakan karena ada pelanggaran sudah dirinci semuanya. Seperti begitu juga kalau ada penindakan-penindakan lain, persiapan lalu berangkat," ujar Gubernur Anies sebelum berangkat ke Pulau Reklamasi, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Juni 2018.

Baca: Ketiadaan Perda Ancam Investasi di Kepulauan Seribu


Cluster perumahan bernama ‘Orchestea’ yang dibangun ilegal di Pulua D hasil reklamasi Teluk Jakarta. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.

Bangunan itu disegel lantaran melanggar Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi, Perda Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung, dan Peraturan Gubernur Nomor 128 Tahun 2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung.
 
Pulau C dan D dikembangkan oleh PT Kapuk Naga Indah selaku anak perusahaan Agung Sedayu Group. Pulau C dan D terhubung dengan daratan Jakarta melalui jembatan di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
 
Begitu memasuki area Pulau D, tampak ruko-ruko dan perumahan telah selesai dibangun. Di depannya terdapat kios-kios makanan yang telah menyertakan merek dagang. Di sisi lain pulau, ada pula bangunan yang belum selesai dibangun.