• Card 9 of 30
Nasional

BKP Pantura Diklaim untuk Selamatkan Investasi Reklamasi

Nur Azizah    •    22 Juni 2018 04:04

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan). Medcom.id/Nur Azizah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan). Medcom.id/Nur Azizah

Jakarta: Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut pembentukan Badan Koordinasi Pengelolaan (BKP) Reklamasi Pantai Utara Jakarta (Pantura) untuk menyelamatkan nvestasi. Edi mengatakan, investasi di pulau reklamasi mencapai ratusan triliun.

"Ini kan investasi besar. Lagi pula, Jakarta sudah terlalu padat. Pertumbuhan manusianya kan enggak satu dua orang lagi, tiap hari ada orang yang melahirkan, punya anak. Ini kan harus dipikirkan juga," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis 21 Juni 2018.

Menurut Prasetyo, reklamasi menjadi sebuah prestasi dan solusi dari pertumbuhan penduduk di sejumlah negara . Namun, di Indonesia, kata dia, reklamasi seakan masalah.

"Ini kan ada permasalahan sedikit yang akhirnya ke mana-mana. Nah itu yang sedang kita perbaiki," ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan ini berharap reklamasi dapat diteruskan. Dia pun menyarankan Pemprov DKI membantu pengembangan untuk memenuhi persyaratan, misalnya, soal surat izin bangunan.

"Kalau ada yang kurang ya dilengkapi. Karena ini investasinya bukan investasi kecil loh, ratusan triliun. Apakah harus dihancurkan. Kan perlu dipikirkan juga bagaimana jalan keluarnya," pungkas dia.

Prasetyo juga menganggap reklamasi dapat membantu membenahi kampung kumuh. "Kalau dibiarkan, kumuh begitu saja. Kasihan kalau kena (banjir) rob. Ditata yang rapi," ujarnya. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 58 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Pergub itu mengatur soal pembentukan organisasi dan tata kerja BKP Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Pergub ini diteken pada 4 Juni 2018 dan resmi diundangkan pada 7 Juni 2018. Pergub tersebut mendapat kecaman keras dari Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta. Pasalnya, adanya Pergub tersebut menandakan Anies bakal melanjutkan proyek reklamasi. 

"Anies-Sandiaga ternyata memutuskan untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Nelayan Teluk Jakarta mendapatkan kado pahit Lebaran tahun ini: reklamasi berlanjut," kata Nelson dalam keterangan tertulisnya, Jakarta Pusat, Kamis 13 Juni.