• Card 15 of 30
Nasional

Anies tak Urusi Nasib Konsumen Pulau C dan D

Nur Azizah    •    07 Juni 2018 15:02

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mau tahu soal nasib uang konsumen reklamasi di pulau C dan D. Anies mengatakan, urusan uang diselesaikan antara penjual dan pembeli.

"Diselesaikan saja antara penjual dan pembeli. Lain kali kalau mau jualan (harus ada) izin. Lain kali kalau membeli pastikan ada izin membeli," kata Anies di Pulau C, Jakarta Utara, Kamis, 7 Juni 2018.

Mentan Menteri Pendidikan RI ini belum bertemu dengan pengusaha. Menurutnya, dia tak memiliki urusan dengan mereka. "Saya enggak ada urusan. Ini adalah urusan penindakan saja," pungkas dia.

Baca: Anies Bakal Selesaikan Raperda Reklamasi

Sebanyak 932 bangunan di dua pulau reklamasi, yakni Pulau C dan D telah disegel. Bangunan itu terdiri dari 409 unit rumah, 212 unit rumah kantor (rukan) dan 313 unit rukan yang sekaligus tempat tinggal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, seluruh bangunan tersebut berdiri ilegal lantaran tak memiliki izin usaha bangunan (IMB). Anies mengaku, tindakannya itu hanya untuk menegakkan aturan.

"Pemprov DKI melakukan penyegelan atas seluruh bangunan yang terletak di atas tanah di mana hak pengolahan lahan ada pada Pemprov DKI Jakarta dan seluruh bangunan ini tidak memiliki izin," ucap Anies.

Baca: Anies Siap Hadapi Risiko Penarikan HGB Pulau Reklamasi

Bangunan-bangunan ini disegel lantaran melanggar Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi, Perda Nomor 7 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung, dan Peraturan Gubernur Nomor 128 Tahun 2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

Pulau C dan D dikembangkan oleh PT Kapuk Naga Indah selaku anak perusahaan Agung Sedayu Group. Pulau C dan D terhubung dengan daratan Jakarta melalui jembatan di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Begitu memasuki area Pulau D, tampak ruko-ruko  dan perumahan telah selesai dibangun. Di depannya terdapat kios-kios makanan yang telah menyertakan merk dagang. Ada pula taman yang telah ditumbuhi bunga. Di sisi lain pulau, ada pula bangunan yang belum selesai dibangun.