revisi uu terorisme
30cards

revisi uu terorisme

Updated 20 Juli 2018 17:03
  1. Pemerintah Bahas Enam Aturan Pelaksana UU Antiterorisme
  2. Aturan Pelaksana UU Antiterorisme Masih Digodok
  3. UU Antiterorisme Dinilai Punya Banyak Kelebihan
  4. UU Antiterorisme Indonesia Diklaim Lebih Baik dari Amerika
  5. Peluru Baru Berantas Terorisme (2)
  6. Peluru Baru Berantas Terorisme (1)
  7. Peluru Baru Berantas Terorisme (3)
  8. Menumpas Akar Radikalisme (3)
  9. Menumpas Akar Radikalisme (2)
  10. Menumpas Akar Radikalisme (1)
  11. Pengaktifan Koopssusgab Didukung Dunia Usaha
  12. Polri: Pemberantasan Terorisme Kerja Bersama
  13. Kriminolog UI Tak Puas dengan UU Antiterorisme
  14. UU Antiterorisme Diharapkan Membuat Indonesia Aman
  15. Babak Akhir Aturan Terorisme
  16. Perluasan Kewenangan TNI Ancam UU Antiterorisme
  17. UU Antiterorisme yang Baru Dinilai Lebih Efektif dan Terarah
  18. BNPT Siapkan Implementasi Penanganan Teroris
  19. DPR: UU Baru Buat Penanganan Teroris Jadi Lebih Baik
  20. Komnas HAM Kritisi Pelibatan TNI Pada UU Terorisme
  21. KontraS Nilai Pembentukan Koopsusgab tak Mendesak
  22. Instansi Pemerintah Harus Kompak Lawan Radikalisme
  23. DPR dan Pemerintah Disarankan Revisi UU Peradilan Militer
  24. Jazuli Sebut Pemberantasan Terorisme Harus Akuntabel dan Transparan
  25. Polri Diminta Bentuk Badan Pengawas Independen
  26. Imparsial: Pelibatan TNI Seharusnya Hanya untuk Darurat Militer
  27. LPSK Menilai UU Antiterorisme Baru Perkuat Hak Korban
  28. Pelibatan TNI dalam Penindakan Terorisme tak Boleh Permanen
  29. Komnas HAM: Pemberian Hak Korban Terorisme Jangan Tunggu Pengadilan
  30. SETARA: TNI tak Boleh Lakukan Operasi Militer Sendiri
  • Card 1 of 30
Nasional

Intelijen Militer Harus Dilibatkan Berantas Terorisme

Arga sumantri    •    15 Mei 2018 17:00

Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman B Ponto. Foto: MI/M Irfan Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman B Ponto. Foto: MI/M Irfan

Jakarta: Intelijen militer harus dilibatkan dalam setiap pemberantasan terorisme. Alasannya, kata eks Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Soleman B Ponto, operasi intelijen sudah menjadi makanan harian militer.

"Revisi UU (Terorisme) tak akan menyelesaikan persoalan terorisme," kata Soleman dalam 'Diskusi Roundtable Rangkaian 20 Tahun Reformasi: Ketahanan Nasional Yang Tercabik Sepanjang Era Reformasi', yang diselenggarakan Media Group, di Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Menurut dia, operasi dan kegiatan intelijen adalah satu-satunya dan cara tertua di dunia untuk mengetahui isi kepala pelaku teroris. "Jadi, harus terus menerus didekati dengan pendekatan intelijen," katanya.

Dan militer, kata dia, punya banyak cara untuk melaksanakan kegiatan intelijen. "Di masa damai pun, TNI terus melakukan kegiatan intelijen. Agar saat perang, data sudah di tangan," katanya.

Ia melanjutkan, hidup matinya militer ada di tangan intelijen. "Tanpa intelijen, pertempuran tak pernah dimenangkan."

Ia mencontohkan bagaimana Presiden kedua RI Soeharto memberi tugas ganda kepada Benny Moerdani semasa dia berkuasa. "Intelijen dibutuhkan untuk membuat negara ini tenang," katanya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah melibatkan intelijen militer dalam setiap upaya membongkar sel teroris.

Baca: DPR Didesak Rampungkan Revisi UU Terorisme

Ia juga meminta pemerintah memperkuat gerakan pencegahan. Menurutnya, rentetan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Minggu dan Senin (13-14 Mei 2018), merupakan buah dari gagalnya deradikalisasi.

Walaupun 90 persen program pencegahan terorisme berhasil dilakukan, jika 10 persennya terjadi bom bunuh diri, program itu dikategorikan gagal.

"Kalau sudah ada bom, berarti sudah gagal pencegahannya," kata dia.

Dan yang bertanggung jawab terhadap program pencegahan ini, kata dia, adalah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"BNPT seharusnya bekerja keras melakukan pencegahan ini," kata dia.

revisi uu terorisme
30cards

revisi uu terorisme

Updated 20 Juli 2018 17:03
  1. Pemerintah Bahas Enam Aturan Pelaksana UU Antiterorisme
  2. Aturan Pelaksana UU Antiterorisme Masih Digodok
  3. UU Antiterorisme Dinilai Punya Banyak Kelebihan
  4. UU Antiterorisme Indonesia Diklaim Lebih Baik dari Amerika
  5. Peluru Baru Berantas Terorisme (2)
  6. Peluru Baru Berantas Terorisme (1)
  7. Peluru Baru Berantas Terorisme (3)
  8. Menumpas Akar Radikalisme (3)
  9. Menumpas Akar Radikalisme (2)
  10. Menumpas Akar Radikalisme (1)
  11. Pengaktifan Koopssusgab Didukung Dunia Usaha
  12. Polri: Pemberantasan Terorisme Kerja Bersama
  13. Kriminolog UI Tak Puas dengan UU Antiterorisme
  14. UU Antiterorisme Diharapkan Membuat Indonesia Aman
  15. Babak Akhir Aturan Terorisme
  16. Perluasan Kewenangan TNI Ancam UU Antiterorisme
  17. UU Antiterorisme yang Baru Dinilai Lebih Efektif dan Terarah
  18. BNPT Siapkan Implementasi Penanganan Teroris
  19. DPR: UU Baru Buat Penanganan Teroris Jadi Lebih Baik
  20. Komnas HAM Kritisi Pelibatan TNI Pada UU Terorisme
  21. KontraS Nilai Pembentukan Koopsusgab tak Mendesak
  22. Instansi Pemerintah Harus Kompak Lawan Radikalisme
  23. DPR dan Pemerintah Disarankan Revisi UU Peradilan Militer
  24. Jazuli Sebut Pemberantasan Terorisme Harus Akuntabel dan Transparan
  25. Polri Diminta Bentuk Badan Pengawas Independen
  26. Imparsial: Pelibatan TNI Seharusnya Hanya untuk Darurat Militer
  27. LPSK Menilai UU Antiterorisme Baru Perkuat Hak Korban
  28. Pelibatan TNI dalam Penindakan Terorisme tak Boleh Permanen
  29. Komnas HAM: Pemberian Hak Korban Terorisme Jangan Tunggu Pengadilan
  30. SETARA: TNI tak Boleh Lakukan Operasi Militer Sendiri