revisi uu terorisme
30cards

revisi uu terorisme

Updated 23 Mei 2018 11:15
  1. Pengesahan Revisi UU Terorisme tak Perlu Didesak
  2. Perlindungan Publik Lebih Penting dari Motif Politik
  3. DPR Diminta Serap Aspirasi Rakyat dalam Pembahasan Revisi UU Terorisme
  4. Definisi Terorisme Dianggap Bukan Substansi Utama Revisi UU
  5. PPP Minta Polemik Definisi Revisi UU Terorisme Diakhiri
  6. PAN Sebut Definisi Terorisme Bisa Jadi Pasal Karet
  7. KSP: Pemerintah Jamin Lindungi Warga dari Teroris
  8. Agum Gumelar: Pegiat HAM Sebaiknya Berpihak Pada Rakyat Bukan Teroris
  9. Pemerintah Tak Bisa Menindak WNI yang Kembali dari Suriah
  10. Ketua DPR: Revisi UU Terorisme Siap Diketok Jumat
  11. Revisi UU Terorisme Diharapkan tak Diselipkan Pasal Transaksional
  12. Tidak akan Ada Kesepakatan antara Pemerintah & DPR soal RUU Teroris?
  13. Tikungan Terakhir Revisi UU Terorisme
  14. DPR: Definisi Terorisme Dimasukan ke UU karena Aspirasi Masyarakat
  15. RUU Terorisme Batal Masuk Paripurna Pekan Ini
  16. Wapres tak Khawatir Koopssusgab dan Polri Tumpang Tindih
  17. Polri Bantah Beda Pendapat soal RUU Terorisme
  18. Densus Disebut Belum Sepakat Soal Definisi Terorisme
  19. Kapolri-Densus Beda Pendapat soal RUU Terorisme
  20. Menanti Penyelesaian RUU Terorisme
  21. Pemerintah Disebut Belum Satu Suara soal Definisi Terorisme
  22. Punya Keahlian Lebih Mumpuni, TNI Perlu Dilibatkan Berantas Terorisme
  23. Pansus RUU Terorisme: Pelibatan TNI Diatur PP dan Perpres
  24. Ketua Pansus Kukuh Motif Politik Dimasukan Pasal Definisi Terorisme
  25. Ketua Pansus Heran Densus 88 Tolak Motif Politik di Definisi Terorisme
  26. Panja: Pengesahan RUU Terorisme Tersendat karena Pemerintah
  27. RUU Terorisme Diklaim Terbaik di Dunia
  28. Bersama Perangi Teror (6)
  29. Bersama Perangi Teror (5)
  30. Bersama Perangi Teror (4)
  • Card 1 of 30
Nasional

Muzani Sebut Aparat tak Siap Menghadapi Serangan Dadakan

Deny Irwanto    •    16 Mei 2018 13:37

Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani/Medcom.id/Deny Irwanto Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani/Medcom.id/Deny Irwanto

Jakarta: Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut aparat tak siap menghadapi serangan dadakan teroris. Aparat seharusnya bisa mendeteksi dini rencana teroris.

"Menurut kami sekali lagi ini adalah ketidaksiapan kita, berkali-kali yang kami selalu ingatkan adalah problem kemendadakan," tegas Muzani di Nusantara III Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Sekjen Gerindra itu menjelaskan anggaran maupun UU yang berlaku sama sekali tak bermasalah. Ia berharap penegak hukum bisa memanfaat fasilitas yang sudah diberikan negara.

"Alat untuk mendeteksi kejadian yang bersifat mendadak itu sudah kita berikan, apakah anggaran, apakah kerja sama, apakah koordinasi termasuk Undang-Undang yang sekarang ini berlaku," terang Muzani.

Baca: Satu Anggota Polda Riau Gugur Diserang Terduga Teroris

Teror pecah di sejumlah titik sejak pekan lalu. Aksi diawali perlawanan narapidana terorisme di rumah tahanan cabang Salemba, Mako Brimob, Depok, Rabu, 9 Mei 2018. Peristiwa itu menggugurkan lima polisi dan satu narapidana teroris.

Polisi berhasil menumpas serangan itu dengan pendekatan lunak pada Kamis, 10 Mei 2018. Sebanyak 155 narapidana terorisme menyerah.

Minggu 13 Mei 2018, publik dikagetkanserangan teror di Surabaya. Tiga gereja dibom satu keluarga terduga teroris. Belasan orang tewas dan puluhan luka-luka dalam peristiwa tersebut. Pada malam hari, ledakan juga pecah di dua titik di Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca: Pelaku Penyerangan di Mapolda Riau Diduga Jaringan Abu Afif

Senin, 14 Mei 2018, sebuah bom meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Bom terlihat dibawa kendaraan roda dua. Pengebom meledakkan bom ketika polisi memberhentikan kendaraan mereka yang mencoba memasuki gerbang gedung.

Hari ini, serangan mendadak terjadi di Mapolda Riau. Seorang anggota Polda Riau tewas akibat insiden itu. Dua wartawan juga menjadi korban akibat terserempet mobil pelaku ketika hendak kabur. Mobil dan pelaku kini sudah dibawa ke Polresta Pekanbaru.

Siang ini, Densus 88 Antiteror Mabes Polri menggerebek sebuah rumah di kawasan Tangerang. Penggeledahan masih berlangsung.

revisi uu terorisme
30cards

revisi uu terorisme

Updated 23 Mei 2018 11:15
  1. Pengesahan Revisi UU Terorisme tak Perlu Didesak
  2. Perlindungan Publik Lebih Penting dari Motif Politik
  3. DPR Diminta Serap Aspirasi Rakyat dalam Pembahasan Revisi UU Terorisme
  4. Definisi Terorisme Dianggap Bukan Substansi Utama Revisi UU
  5. PPP Minta Polemik Definisi Revisi UU Terorisme Diakhiri
  6. PAN Sebut Definisi Terorisme Bisa Jadi Pasal Karet
  7. KSP: Pemerintah Jamin Lindungi Warga dari Teroris
  8. Agum Gumelar: Pegiat HAM Sebaiknya Berpihak Pada Rakyat Bukan Teroris
  9. Pemerintah Tak Bisa Menindak WNI yang Kembali dari Suriah
  10. Ketua DPR: Revisi UU Terorisme Siap Diketok Jumat
  11. Revisi UU Terorisme Diharapkan tak Diselipkan Pasal Transaksional
  12. Tidak akan Ada Kesepakatan antara Pemerintah & DPR soal RUU Teroris?
  13. Tikungan Terakhir Revisi UU Terorisme
  14. DPR: Definisi Terorisme Dimasukan ke UU karena Aspirasi Masyarakat
  15. RUU Terorisme Batal Masuk Paripurna Pekan Ini
  16. Wapres tak Khawatir Koopssusgab dan Polri Tumpang Tindih
  17. Polri Bantah Beda Pendapat soal RUU Terorisme
  18. Densus Disebut Belum Sepakat Soal Definisi Terorisme
  19. Kapolri-Densus Beda Pendapat soal RUU Terorisme
  20. Menanti Penyelesaian RUU Terorisme
  21. Pemerintah Disebut Belum Satu Suara soal Definisi Terorisme
  22. Punya Keahlian Lebih Mumpuni, TNI Perlu Dilibatkan Berantas Terorisme
  23. Pansus RUU Terorisme: Pelibatan TNI Diatur PP dan Perpres
  24. Ketua Pansus Kukuh Motif Politik Dimasukan Pasal Definisi Terorisme
  25. Ketua Pansus Heran Densus 88 Tolak Motif Politik di Definisi Terorisme
  26. Panja: Pengesahan RUU Terorisme Tersendat karena Pemerintah
  27. RUU Terorisme Diklaim Terbaik di Dunia
  28. Bersama Perangi Teror (6)
  29. Bersama Perangi Teror (5)
  30. Bersama Perangi Teror (4)