• Card 27 of 30
Jawa Timur

Berburu Senja Penghujung Tahun di Bukit Tinggi Sumenep

Rahmatullah    •    31 Desember 2017 17:31

Pengunjung saat naik tangga rumah pohon Bukit Tinggi Sumenep. Foto: Medcom.id / Rahmatullah Pengunjung saat naik tangga rumah pohon Bukit Tinggi Sumenep. Foto: Medcom.id / Rahmatullah

Sumenep: Siluet senja di Bukit Tinggi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, benar-benar memukau pengunjung. Di destinasi wisata alam buatan ini, pengunjung dapat menikmati warna keemasan di kaki langit saat matahari mulai tenggelam. Apalagi, untuk berburu siluet senja penghujung tahun.

Lokasi wisata ini berada di bebukitan Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, sehingga pengunjung bisa melihat proses terbenamnya matahari dengan mata telanjang. “Jika melihat senja di sini, indah sekali. Sangat cocok bagi yang ingin mencari ketenangan pikiran,” ujar Fauziyah, seorang pengunjung, Minggu, 31 Desember 2017.

Tempat wisata ini juga menawarkan keindahan lain, yaitu berupa rumah pohon, aneka bunga, serta hijaunya hamparan tanaman padi di kejauhan. Selain pemandangan tersebut, penunjung juga bisa menikmati fasilitas tali dan sepeda gantung.

Seorang pengunjung asal Kabupaten Pamekasan, Raudah, menyebut Bukit Tinggi merupakan salah satu alternatif tempat wisata yang bagus bagi semua kalangan. Tidak perlu mengeluarkan biaya banyak. Dia mengakui keindahan alamnya mampu menenangkan pikiran, sehingga dianggap cocok bagi keluarga yang ingin berlibur.

“Tiketnya murah. Tapi pemandangan alamnya menarik,” akunya.

Dia hanya berharap pengelola lebih memperhatikan keamanan pengunjung dengan memperbaiki fasilitas. Dia mengaku harus berhati-hati saat berjalan, karena jalannya sedikit becek akibat diguyur hujan. Dia khawatir terpeleset bila salah menjejakkan kaki.

Sementara pengelola Bukit Tinggi, Fauzan, menegaskan akan memberikan pelayanan maksimal bagi pengunjung. Dia juga berjanji akan membenahi fasilitas, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman. Dengan semua fasilitas yang sudah tersedia saat ini, dia menyebut pengunjung berjubel tiap hari.

“Pernah pengunjung tembus seribu untuk satu hari,” terangnya.

Dia mengakui tempat wisata tersebut belum dilengkapi alat kesehatan. Tapi dia memastikan sudah bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat. Jika terjadi yang tidak diinginkan menimpa pengunjung, dia akan segera berkoordinasi dengan Puskemas untuk melakukan penanganan.

Fauzan juga menjamin keamanan lokasi tersebut. Selain sudah dijaga polisi, dia mengaku sudah berkoordinasi dengan masyarakat sekitar. Peristiwa yang membahayakan keselamatan pengunjung bisa ditekan sedini mungkin.

“Jika ada pengunjung malam hari, sudah ada yang berjaga di jalan menuju lokasi. Kami ingin pengunjung merasa aman dan nyaman,” tandas Fauzan.