pilkada serentak
30cards

pilkada serentak

Updated 06 November 2018 20:31
  1. KPU Kembalikan Rp82 Miliar Sisa Anggaran Pilgub Sulsel
  2. Sampang Rawan Konflik dalam Pemungutan Suara Ulang
  3. Ketua DPR Minta Sistem Pemilihan Langsung Dievaluasi
  4. 7.000 Personel Amankan Pilkada Ulang di Sampang
  5. Pemilihan Ulang Bupati TTS Diikuti 9.000 DPT
  6. Pemungutan Suara Ulang Pilkada TTS Digelar
  7. KPU Mulai Sosialisasi Pilkada Ulang di Sampang
  8. Ratusan Personel Polisi dan TNI Kawal PSU di Sampang
  9. 555 Personel TNI-Polri Kawal PSU Distrik Kabupaten Deiyai
  10. Prabowo Sebut Prospek Ekonomi Indonesia Rawan
  11. Pencoblosan Ulang Pilkada Sampang 27 Oktober
  12. Pemilihan Ulang di Timor Tengah Selatan Direncanakan 20 Oktober
  13. Wahidin Halim Lantik Bupati-Wakil Bupati Tangerang
  14. Ridwan Kamil Lantik 6 Wali Kota dan Bupati
  15. Polisi-TNI Jamin Pemilu 2019 di Jawa Barat Kondusif
  16. NasDem Yakin Calonnya Menang di PSU Pilwalkot Cirebon
  17. Polda Jabar Terjunkan Tim Cyber Jelang PSU
  18. Setiap TPS di Kota Cirebon Bakal Dijaga 20 Polisi saat PSU
  19. Gugatan Hamdan-Babay Dinilai tak Logis
  20. Cirebon Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilwalkot 22 September
  21. Dedy-Jumadi Pemenang Pilwakot Tegal
  22. Pelantikan Kepala Daerah di Sulsel Tunggu SK Kemendagri
  23. Gubernur Bali Dukung Jokowi di Pilpres 2019
  24. KPU Sampang Didesak Segera Laksanakan Pemungutan Suara Ulang
  25. Nurdin Abdullah Ingatkan Kepala Dinas di Sulsel Tidak Matikan Ponsel
  26. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Disambut Ribuan Relawan
  27. MK Putuskan Pilkada Sampang Diulang
  28. Jokowi Minta Ganjar-Gus Yasin Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan
  29. Gubernur Terpilih Mulai Berdatangan ke Istana
  30. Ganjar Persiapkan Diri Jelang Pelantikan Besok
  • Card 1 of 30
Pilkada

Dua Laporan Untuk Bima Arya ke Panwaslu Dicabut

Rizky Dewantara    •    13 Februari 2018 22:15

 Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor Yustinus Elias. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor Yustinus Elias. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Gugatan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh calon petahana Bima Arya tidak bisa dipertanggungjawabkan pelapor. Dua dugaan pelanggaran yang dilakukan Bima Arya saat menjabat sebagai Wali Kota Bogor dicabut.

Dugaan pertama terkati pelanggaran dalam pelantikan pejabat struktural dan fungsional yang dilakukan oleh Bima Arya.

"Tadi sudah dicabut. Alasannya, saksinya tidak berani bertanggung jawab. Intinya tidak ada saksi yang bertanggung jawab. Makanya pihak Jufri sebagai pelapor mencabut gugatan itu di Panwas Kota Bogor. Dan sudah selesai itu," ungkap Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Yustinus Elias kepada Medcom.id, Selasa, 13 Februari 2018.

Yustinus juga menjelaskan, video yang dibawa pelapor Jufri Victor tidak bisa dijadikan barang bukti kuat. Sebab, tidak ada saksi menguatkan yang berani mempertanggungjawabkan video tersebut.

"Jadi kami anggap saksinya tidak ada, pelapor pun mencabut," jelasnya.

Tidak hanya gugatan mengenai pelantikan pejabat, lanjut dia, pelapor yang sama juga mencabut gugatan terkait tuduhan adanya aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat kampanye. Video berbeda yang dijadikan bukti pelapor juga dicabut karena alasan sama.

"Ada videonya juga, tapi saksinya yang mau bertanggung jawab tidak ada. Dan sudah dicabut juga laporannya," terang dia.

Sejauh ini, Panwaslu Kota Bogor belum menerima laporan aduan lain dari masyarakat selain dari Jufri.

Sementara itu, Tim Advokasi Baraya Bima Arya-Dedie Rachim (BBM), Desta Amadeus, mengungkapkan, setelah dipelajari dan dianalisa, delik aduan terhadap Bima Arya Sugiarto memang tidak memenuhi unsur pelanggaran.

"Rotasi jabatan yang dilakukan Wali Kota Bogor sudah sesuai prosedural hukum. Persetujuan Mendagri melalui Dirjen Otonomi Daerah juga sudah ada. Artinya semua sudah sesuai regulasi.

Sambung Desta, terkait laporan terhadap dua camat dalam dugaan keterlibatan kampanye juga tidak memenuhi unsur delik pelanggaran karena saat acara berlangsung, Bima Arya masih menjabat Wali Kota Bogor.

"Yang notabene saat itu Bima Arya memeliki otoritas penuh terhadap bawahannya, termasuk di dalamnya camat," jelasnya.

pilkada serentak
30cards

pilkada serentak

Updated 06 November 2018 20:31
  1. KPU Kembalikan Rp82 Miliar Sisa Anggaran Pilgub Sulsel
  2. Sampang Rawan Konflik dalam Pemungutan Suara Ulang
  3. Ketua DPR Minta Sistem Pemilihan Langsung Dievaluasi
  4. 7.000 Personel Amankan Pilkada Ulang di Sampang
  5. Pemilihan Ulang Bupati TTS Diikuti 9.000 DPT
  6. Pemungutan Suara Ulang Pilkada TTS Digelar
  7. KPU Mulai Sosialisasi Pilkada Ulang di Sampang
  8. Ratusan Personel Polisi dan TNI Kawal PSU di Sampang
  9. 555 Personel TNI-Polri Kawal PSU Distrik Kabupaten Deiyai
  10. Prabowo Sebut Prospek Ekonomi Indonesia Rawan
  11. Pencoblosan Ulang Pilkada Sampang 27 Oktober
  12. Pemilihan Ulang di Timor Tengah Selatan Direncanakan 20 Oktober
  13. Wahidin Halim Lantik Bupati-Wakil Bupati Tangerang
  14. Ridwan Kamil Lantik 6 Wali Kota dan Bupati
  15. Polisi-TNI Jamin Pemilu 2019 di Jawa Barat Kondusif
  16. NasDem Yakin Calonnya Menang di PSU Pilwalkot Cirebon
  17. Polda Jabar Terjunkan Tim Cyber Jelang PSU
  18. Setiap TPS di Kota Cirebon Bakal Dijaga 20 Polisi saat PSU
  19. Gugatan Hamdan-Babay Dinilai tak Logis
  20. Cirebon Gelar Pemungutan Suara Ulang Pilwalkot 22 September
  21. Dedy-Jumadi Pemenang Pilwakot Tegal
  22. Pelantikan Kepala Daerah di Sulsel Tunggu SK Kemendagri
  23. Gubernur Bali Dukung Jokowi di Pilpres 2019
  24. KPU Sampang Didesak Segera Laksanakan Pemungutan Suara Ulang
  25. Nurdin Abdullah Ingatkan Kepala Dinas di Sulsel Tidak Matikan Ponsel
  26. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Disambut Ribuan Relawan
  27. MK Putuskan Pilkada Sampang Diulang
  28. Jokowi Minta Ganjar-Gus Yasin Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan
  29. Gubernur Terpilih Mulai Berdatangan ke Istana
  30. Ganjar Persiapkan Diri Jelang Pelantikan Besok