• Card 1 of 30
Pilkada

Ganjar Tetap Kerja Sehari Sebelum Kampanye

Mustholih    •    14 Februari 2018 08:48

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Antara/Ismar Patrizki Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Antara/Ismar Patrizki

Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mulai cuti di luar tanggungan negara terhitung sejak 15 Februari 2018. Ganjar yang menggandeng Taj Yasin Maoemoen didaulat kembali maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah 2018.

Ganjar Pranowo akan memanfaatkan sisa hari dinasnya dengan melantik Penanggung Jawab Bupati atau Wali Kota di tujuh daerah di Jateng yang turut menggelar Pilkada serentak 2018. Daerah di Jateng yang turut menyelenggarakan Pilkada serentak adalah Tegal, Kota Tegal, Magelang, Banyumas, Karanganyar, Kudus, dan Temanggung.

"(Masih) ngantor. Nanti saya dimarahi wes dibayar ora ngantor. besok melantik PJ Bupati di beberapa tempat yang mau Pilkada, biar besok bisa tuntas," ujar Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 13 Februari 2018, malam.

Terkait cuti di luar tanggungan negara, Ganjar mengaku baru akan berpindah dari rumah dinas pada Rabu, 14 Februari 2018. "Rumah (pindah) besok sore. Tadi nyicil, ada jemuran. Kontrakan juga lagi dipel kok. Bismillah menang," jelas Ganjar.

(Baca: Ganjar Pranowo dan Sudirman Said Resmi 'Bertarung' di Pilgub Jateng)

Surat cuti Ganjar sudah diterima Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah. Namun, berhubung masih punya waktu satu hari untuk memimpin Jawa Tengah, Ganjar diminta agar lebih hati-hati saat menjalankan tugas sebagai Kepala Daerah.

"Karena masih ada waktu satu hari bagi Pak Ganjar Pranowo sebagai Gubernur mohon agar berhati-hati. Karena ada hak, kewajiban, dan larangan (kampanye) yang sudah melekat. Dan untuk cuti sudah kami terima," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo.

Sesuai aturan, Ganjar Pranowo baru bisa melakukan kampanye terhitung sejak 15 Februari 2018. Joko menyatakan per 15 Februari setiap pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah dan tim boleh berkampanye di manapun.

"Sudah boleh kampanye di manapun oleh seluruh tim kampanye tingkat provinsi, kabupaten atau kota sampai kelurahan. Dengan catatan ketentuan adminstrasi dari Polri harus tetap diikuti," jelas Joko menegaskan.

(Baca: Ganjar-Gus Yasin Nomor Urut Satu, Sudirman-Ida Nomor Urut Dua)