• Card 22 of 30
Nasional

Mantan Ketua KPK: Kasus Century Tidak Berat

Sunnaholomi Halakrispen    •    17 April 2018 06:51

Mantan Ketua KPK, Abraham Samad-- MI/Rommy Pujianto Mantan Ketua KPK, Abraham Samad-- MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menilai pengungkapan skandal Bank Century tidak sulit. Lembaga antirasuah bisa menjerat pelaku lainnya melalui fakta persidangan dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, terpidana dalam kasus tersebut.

“Kalau saya lihat tidak terlalu berat amat karena tersangka pertama, Pak Budi Mulya, itu kan sudah diputus,” ujar Samad dalam PrimeTime News Metro TV, Senin malam, 16 April 2018.

Menurut dia, ada beberapa kendala teknis dalam pengungkapan kasus ini. Kendala itu membuat skandal ini sulit terbongkar bertahun-tahun.

“Itu kan kasus sudah bertahun-tahun maka ketika kita ingin dapatkan alat bukti, itu sudah tercerai berai. Maka dari itu kita harus menyusun kembali alat bukti menjadi satu kesatuan,” ungkapnya.

Samad ingin kasus Century ini bisa segera dituntaskan. Apalagi, ia menganggap ini menjadi pertaruhan bagi KPK.

“Maksud saya ujian berat di sini lah pertaruhan, apakah KPK saat ini berani dengan adanya putusan pengadilan itu,” imbuhnya.

Baca: Misbakhun Tantang KPK Tuntaskan Kasus Century

Menurut dia, KPK harus berani membongkar kasus ini dan menjerat nama-nama yang disebut terlibat dalam dakwaan Budi Mulya serta diperkuat dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, ia tak mau pengusutannya kembali madek di nama-nama tersebut.Ia ingin hal itu dilakukan tuntas hingga ditemukannya aktor utama dalam skandal ini.

"Sebenarnya intinya itu, karena kalau kita berhenti pada mentersangkakan kembali Pak Boediono dan kawan-kawan, itu rasanya juga menurut saya tidak adil,” tutur Samad.

PN Jakarta Selatan sebelumnya mengabulkan gugatan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK terkait kasus Century, Senin, 9 April. Dalam putusannya, hakim meminta KPK menindaklanjuti perkara pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century.

Baca: KPK Segera Gelar Perkara Kasus Century

Dalam amar putusan, Hakim Ketua Efendi Muhtar mengabulkan permohonan praperadilan untuk sebagian. Hakim memerintahkan KPK selaku termohon untuk melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century.

Bentuk tindak lanjut dimaksud yakni melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan. Kemudian, melanjutkannya dengan pendakwaan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

PN Jaksel juga memberikan opsi KPK bisa melimpahkan kasus Century kepada kepolisian atau kejaksaan untuk melakukan penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat.