• Card 4 of 30
Nasional

Jokowi-Carrie Lam Singgung Kasus Century

Achmad Zulfikar Fazli    •    25 April 2018 17:12

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat peresmian keramba jaring apung di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Antara/Adeng Bustomi. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat peresmian keramba jaring apung di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Antara/Adeng Bustomi.

Jakarta: Presiden Joko Widodo menerima Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor. Mereka membahas berbagai persoalan, di antaranya kasus Bank Century.

"Soal hukum kami sudah melakukan kerja sama MLA (mutual legal assistance) dengan mereka untuk kasus Bank Century. Dan Chief Executive Hong Kong mengatakan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama MLA ini," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

Pengadilan Tinggi Hong Kong mengabulkan permintaan Indonesia untuk menyita sebagian aset dari hasil korupsi terkait Bank Century. Permintaan itu diajukan oleh Menkum HAM Yasonna Laoly selaku otoritas pusat melalui permohonan bantuan hukum timbal balik atau MLA kepada Kementerian Kehakiman Hong Kong.

Dengan kerja sama ini, Pemerintah Indonesia berhasil merampas aset terkait kasus tersebut sebesar USD4,076 juta atau setara Rp48 miliar.  Meski kerja sama MLA masih berlangsung, Presiden belum meminta bantuan informasi terbaru kepada Hong Kong terkait kasus Bank Century.

"Itu tergantung permintaan kita. Permintaan data atau sebagainya. Tetapi MLA kami sudah punya," ucap Retno.

Selain kasus Century, Jokowi juga membicarakan masalah ekonomi baik di bidang perdagangan, investasi, juga pariwisata. Angka perdagangan Indonesia dengan Hong Kong dari waktu ke waktu meningkat sebesar delapan persen.

Baca: KPK Mengantongi Nama yang Terlibat Kasus Bank Century

Menurut Retno, investasi Hong Kong memiliki posisi penting. Pasalnya, dua tahun berturut-turut, Hong Kong menjadi investor keempat terbesar di Indonesia. 

"Presiden membahas masalah investasi terutama dengan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia, diharapkan investasi Hong Kong juga akan semakin bertambah," kata dia.

Di samping itu, masalah paviliun Indonesia di Hong Kong juga dibahas oleh Jokowi dan Carrie Lam. Pasalnya, bangunan itu akan memamerkan semua potensi ekonomi Indonesia. 

"Kami bicara dan kami mohon bantuan agar rencana ini dapat terwujud segera. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini, paviliun Indonesia dapat dibuka di Hong Kong," jelas dia.