• Card 1 of 30
Nasional

KPK Tunggu Hasil Analisis untuk Menjerat Boediono

Juven Martua Sitompul    •    19 April 2018 04:05

Mantan Wakil Presiden Boediono memasuki mobil seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Kamis (27/12). (Foto: Antara/Wahyu Putro A). Mantan Wakil Presiden Boediono memasuki mobil seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Kamis (27/12). (Foto: Antara/Wahyu Putro A).

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu hasil analisis jaksa dan penyidik untuk menjerat mantan Wapres RI Boediono dalam kasus dugaan korupsi Bank Century. Lembaga Antikorupsi meminta semua pihak bersabar menunggu hasil analisis tersebut.

"Kita tunggu hasil analisisnya apa, apa ada kesimpulan di sana, apa perlu didalami lebih lanjut, nanti kami sampaikan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 18 April 2018.

Menurut Febri, lembaganya perlu hati-hati dalam menelisik peran nama-nama yang disebut dalam surat dakwaan dan putusan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA). Mereka yang disebut antara lain Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan.

"Karena kami harus lakukan penanganan perkara itu secara hati-hati. Jika memang sudah cukup bukti yang disyaratkan undang-undang maka tentu kami bisa tindaklanjuti," pungkasnya.

Baca juga: Saatnya Menuntaskan Mega Korupsi Century

Budi Mulya dihukum majelis hakim MA selama 15 tahun penjara. Sementara dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama, Budi Mulya didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Budi Mulya juga didakwa memperkaya pemegang saham Bank Century, Hesham Talaat Mohamed Besheer Alwarraq dan Rafat Ali Rizvi sebesar Rp3,115 miliar. Perbuatan Budi Mulya dinilai telah memperkaya PT Bank Century sebesar Rp1,581 miliar dan Komisaris PT Bank Century Robert Tantular sebesar Rp2,753 miliar.

Dia juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia. ‎Dalam dugaan korupsi pemberian FPJP Century, Budi Mulya didakwa bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Tak hanya itu, Budi Mulya juga didakwa bersama-sama dengan Boediono, Miranda, Siti, Budi Rochadi, Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang V, Hartadi A Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III, Ardhayadi M selaku Deputi Gubernur Bidang VIII, dan Raden Pardede selaku Sekretaris KSSK.

Namun pada proses perjalanan kasusnya, KPK hanya menjebloskan Budi Mulya ke bui. KPK belum juga menjerat pihak lain padahal nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan.