• Card 1 of 30
Nasional

KPK Dalami 10 Nama di Kasus Century

Fachri Audhia Hafiez    •    19 April 2018 15:44

Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: Antara/Yudhi Mahatma. Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.

Jakarta: KPK sedang mendalami 10 nama yang diduga terlibat kasus Century. 10 nama tersebut disinyalir punya peran penting dalam pusaran kasus yang merugikan negara Rp6,7 triliun itu.
 
"KPK petakan dari 10 orang siapa yang berperan lebih dalam kasus itu (Century)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Jakarta, Kamis, 19 April 2018.
 
Agus memastikan kasus Century tidak berhenti. Penyidik KPK masih mendalami sejumlah temuan dalam kasus tersebut.
 
"Ya dirapatkan dulu kami sudah memerintahkan untuk didalami oleh penyidik, kita masih mau membicarakan lebih dalam," ujar Agus.
 
Pada sidang praperadilan yang digelar 9 April 2018, Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK. Dalam putusannya, hakim meminta KPK menindaklanjuti perkara Bank Century.

Baca: Bamsoet Serahkan Kasus Bank Century Ke KPK

Hakim memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan.
 
Kemudian, melanjutkannya dengan pendakwaan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat atau melimpahkannya kepada pihak kepolisian atau kejaksaan untuk melakukan penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di PN Tipikor Jakpus‎. ‎
 
Sementara itu, dalam perkara Century, KPK memang baru menjebloskan bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya ke bui. Lembaga antirasuah ini belum menjerat pihak lain, kendati nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan.