belanja negara
30cards

belanja negara

Updated 17 Oktober 2018 15:54
  1. Akhir September, Belanja Pemerintah Capai Rp1.512,6 Triliun
  2. Menkeu: Pelaksanaan Siklus Anggaran Jaga Kualitas Belanja
  3. Agustus 2018, Belanja Negara Rp1.303,49 Triliun
  4. Sri Mulyani Sosialisasi Aturan Pengadaan Barang dan Jasa
  5. Hingga Mei, Pemerintah Jokowi-JK Telah Belanjakan Rp458 Triliun
  6. 10 K/L dengan Serapan Belanja Paling Tinggi
  7. 500 Kartu Kredit Digunakan untuk Transaksi APBN
  8. Pemerintah Lakukan Belanja Negara dengan Hati-Hati
  9. Agar Belanja Negara Transparan
  10. Agar Belanja Negara Transparan
  11. Bank BUMN Antusias Belanja Pemerintah Gunakan Kartu Kredit
  12. BNI Bidik Tambahan Transaksi hingga Rp1 Triliun
  13. Belanja Pemerintah Mulai Gunakan Kartu Kredit
  14. Sri Mulyani Sudah Prediksi Pertumbuhan Positif Belanja Pemerintah di Kuartal III
  15. Belanja Pemerintah Jokowi Tahun Depan Mencapai Rp2.220 Triliun
  16. Belanja Produktif Terus Didorong Meski Ada Potensi Penghematan Alamiah
  17. Sri Mulyani Ajukan Anggaran Belanja Kemenkeu Rp28 Triliun di 2018
  18. BI Dorong Pemda di Kepri Mempercepat Realisasi Belanja Modal
  19. Kebutuhan Mendesak, Jokowi Pangkas Rp16 Triliun Belanja K/L
  20. BI Harap Belanja Pemerintah Naik di Triwulan II
  21. Serapan Belanja Negara Kuartal I Diperkirakan Lebih Tinggi
  22. Meningkatkan Efektivitas Belanja Barang dan Jasa via LPSE
  23. Pemerintah Jokowi Belanjakan Rp1.859,5 Triliun Sepanjang 2016
  24. Pemerintah Tarik Utang USD3,5 Miliar Amankan Belanja Januari 2017
  25. Pemangkasan Anggaran Belanja Diklaim tak Pengaruhi Pembangunan Infrastruktur
  26. Banggar Sepakati Pagu Belanja Empat Kemenko Jokowi Tahun Depan
  27. BI Jamin Likuiditas Bank Daerah Tidak Menyusut
  28. Komisi XI Pertanyakan Pemangkasan Tunjangan Profesi Guru
  29. Pemerintah Pangkas DAU, BI Yakin Likuiditas Mencukupi
  30. Sri Mulyani Akui Pemerintah Boros
  • Card 1 of 30
Ekonomi

Sri Mulyani: Kredibilitas Bendahara Dipertaruhkan Jika Pura-pura Akui Punya Uang

Suci Sedya Utami    •    31 Agustus 2016 07:45

Rapat kerja antara Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo, dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami) Rapat kerja antara Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Agus Martowardojo, dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

medcom.id, Jakarta: Banyak yang mempertanyakan langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kurang lebih dua minggu setelah dilantik langsung berani melakukan pemangkasan dan penundaan belanja negara dan transfer daerah dengan total Rp137 triliun.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ani, sapaan akrab Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI mengenai RAPBN 2017, mengakui jika ada uang dirinya senang untuk memberikan anggaran belanja secara besar-besaran. Namun faktanya, untuk mencapai penerimaan negara utamanya pajak akan sangat sulit, apalagi diprediksi adanya tidak tercapai pajak Rp219 triliun.

Ani mengatakan dirinya tak malu mengakui jika Pemerintah saat ini memang kesulitan untuk mengumpulkan penerimaan. Bahkan dirinya terus memonitor penerimaan hari demi hari. Karena baginya kredibilitas anggaran negara sangat tergantung dari cara bendahara negara mengelola keuangan negara dengan apa adanya.

Bahkan secara tak langsung menyinggung Menteri Keuangan sebelumnya Bambang Brodjonegoro yang duduk di sebelahnya dan saat ini menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas.

"Saya enggak malu untuk mengatakan itu karena saya tahu bahwa kredibilitas bendahara negara akan sangat terpengaruhi dengan tidak berpura-pura (mengakui) kalau enggak punya uang," kata Ani di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2016) malam.

Dirinya menyatakan melaksanakan fungsi sebagai bendahara negara  sesuai dengan UU keuangan negara dan UU APBN yang mengamanatkan dipatok tidak lebih dari tiga persen sehingga membuat manuver pemerintah dalam mengatur belanja sangat terbatas ketika penerimaan negara tak mendukung.

"Kalau penerimaan pajak enggak masuk, satu-satunya sumber uang adalah dengan meminjam. Kami enggak mau melanggar UU (defisit tiga persen)," jelas Ani.

belanja negara
30cards

belanja negara

Updated 17 Oktober 2018 15:54
  1. Akhir September, Belanja Pemerintah Capai Rp1.512,6 Triliun
  2. Menkeu: Pelaksanaan Siklus Anggaran Jaga Kualitas Belanja
  3. Agustus 2018, Belanja Negara Rp1.303,49 Triliun
  4. Sri Mulyani Sosialisasi Aturan Pengadaan Barang dan Jasa
  5. Hingga Mei, Pemerintah Jokowi-JK Telah Belanjakan Rp458 Triliun
  6. 10 K/L dengan Serapan Belanja Paling Tinggi
  7. 500 Kartu Kredit Digunakan untuk Transaksi APBN
  8. Pemerintah Lakukan Belanja Negara dengan Hati-Hati
  9. Agar Belanja Negara Transparan
  10. Agar Belanja Negara Transparan
  11. Bank BUMN Antusias Belanja Pemerintah Gunakan Kartu Kredit
  12. BNI Bidik Tambahan Transaksi hingga Rp1 Triliun
  13. Belanja Pemerintah Mulai Gunakan Kartu Kredit
  14. Sri Mulyani Sudah Prediksi Pertumbuhan Positif Belanja Pemerintah di Kuartal III
  15. Belanja Pemerintah Jokowi Tahun Depan Mencapai Rp2.220 Triliun
  16. Belanja Produktif Terus Didorong Meski Ada Potensi Penghematan Alamiah
  17. Sri Mulyani Ajukan Anggaran Belanja Kemenkeu Rp28 Triliun di 2018
  18. BI Dorong Pemda di Kepri Mempercepat Realisasi Belanja Modal
  19. Kebutuhan Mendesak, Jokowi Pangkas Rp16 Triliun Belanja K/L
  20. BI Harap Belanja Pemerintah Naik di Triwulan II
  21. Serapan Belanja Negara Kuartal I Diperkirakan Lebih Tinggi
  22. Meningkatkan Efektivitas Belanja Barang dan Jasa via LPSE
  23. Pemerintah Jokowi Belanjakan Rp1.859,5 Triliun Sepanjang 2016
  24. Pemerintah Tarik Utang USD3,5 Miliar Amankan Belanja Januari 2017
  25. Pemangkasan Anggaran Belanja Diklaim tak Pengaruhi Pembangunan Infrastruktur
  26. Banggar Sepakati Pagu Belanja Empat Kemenko Jokowi Tahun Depan
  27. BI Jamin Likuiditas Bank Daerah Tidak Menyusut
  28. Komisi XI Pertanyakan Pemangkasan Tunjangan Profesi Guru
  29. Pemerintah Pangkas DAU, BI Yakin Likuiditas Mencukupi
  30. Sri Mulyani Akui Pemerintah Boros