belanja negara
30cards

belanja negara

Updated 07 Desember 2018 08:11
  1. Realisasi Belanja Modal Baru 62,9% hingga November
  2. Akhir September, Belanja Pemerintah Capai Rp1.512,6 Triliun
  3. Menkeu: Pelaksanaan Siklus Anggaran Jaga Kualitas Belanja
  4. Agustus 2018, Belanja Negara Rp1.303,49 Triliun
  5. Sri Mulyani Sosialisasi Aturan Pengadaan Barang dan Jasa
  6. Hingga Mei, Pemerintah Jokowi-JK Telah Belanjakan Rp458 Triliun
  7. 10 K/L dengan Serapan Belanja Paling Tinggi
  8. 500 Kartu Kredit Digunakan untuk Transaksi APBN
  9. Pemerintah Lakukan Belanja Negara dengan Hati-Hati
  10. Agar Belanja Negara Transparan
  11. Agar Belanja Negara Transparan
  12. Bank BUMN Antusias Belanja Pemerintah Gunakan Kartu Kredit
  13. BNI Bidik Tambahan Transaksi hingga Rp1 Triliun
  14. Belanja Pemerintah Mulai Gunakan Kartu Kredit
  15. Sri Mulyani Sudah Prediksi Pertumbuhan Positif Belanja Pemerintah di Kuartal III
  16. Belanja Pemerintah Jokowi Tahun Depan Mencapai Rp2.220 Triliun
  17. Belanja Produktif Terus Didorong Meski Ada Potensi Penghematan Alamiah
  18. Sri Mulyani Ajukan Anggaran Belanja Kemenkeu Rp28 Triliun di 2018
  19. BI Dorong Pemda di Kepri Mempercepat Realisasi Belanja Modal
  20. Kebutuhan Mendesak, Jokowi Pangkas Rp16 Triliun Belanja K/L
  21. BI Harap Belanja Pemerintah Naik di Triwulan II
  22. Serapan Belanja Negara Kuartal I Diperkirakan Lebih Tinggi
  23. Meningkatkan Efektivitas Belanja Barang dan Jasa via LPSE
  24. Pemerintah Jokowi Belanjakan Rp1.859,5 Triliun Sepanjang 2016
  25. Pemerintah Tarik Utang USD3,5 Miliar Amankan Belanja Januari 2017
  26. Pemangkasan Anggaran Belanja Diklaim tak Pengaruhi Pembangunan Infrastruktur
  27. Banggar Sepakati Pagu Belanja Empat Kemenko Jokowi Tahun Depan
  28. BI Jamin Likuiditas Bank Daerah Tidak Menyusut
  29. Komisi XI Pertanyakan Pemangkasan Tunjangan Profesi Guru
  30. Pemerintah Pangkas DAU, BI Yakin Likuiditas Mencukupi
  • Card 21 of 30
Ekonomi

BI Harap Belanja Pemerintah Naik di Triwulan II

05 Mei 2017 17:12

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma) Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

medcom.id, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendorong agar realisasi belanja pemerintah dapat meningkat pada triwulan kedua 2017 sehingga dapat memberikan efek ekonomi berlipat pada keseluruhan kegiatan ekonomi domestik.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menilai pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah secara tahunan pada triwulan pertama 2017 yang sebesar 2,71 persen (year on year/yoy) belum optimal.

"Akan tetapi, pengeluaran pemerintah yang tumbuh 2,71 persen (yoy) kalau dibandingkan triwulan keempat tahun lalu yang hanya tumbuh negatif karena adanya disiplin anggaran. Jadi, sekarang sebenarnya bisa lebih baik. Pada triwulan kedua dan ketiga kami harapkan bisa lebih baik," kata Mirza, di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat 5 Mei 2017.

Mirza berharap realisasi belanja pemerintah atau pencairan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dapat lebih cepat.

Baca: Kebijakan Belanja Pemerintah 2017 Didelegasikan ke Daerah

Pencairan anggaran pemerintah merupakan stimulus atau insentif yang dapat mengencangkan pergerakan ekonomi di berbagai sisi, misalnya mempercepat roda bisnis swasta dan juga perbankan.

Pada triwulan I, hampir terjadi setiap tahunnya, pencairan anggaran pemerintah terkendala, dan baru lancar terealisasi pada triwulan II hingga triwulan IV.

Mirza berharap kontribusi belanja pemerintah dapat menjaga laju pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pada tahun ini di rentang 5 hingga 5,4 persen.

Pada triwulan I-2017, komponen pengeluaran tersbesar untuk pertumbuhan ekonomi disumbang konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT) yang tumbuh 8,02 persen (yoy), dan ekspor yang tumbuh sebesar 8,04 persen (yoy).

Sementara impor tumbuh 5,02 persen (yoy), pembentukkan modal tetap bruto tumbuh 4,81 (yoy) persen, konsumsi pemerintah tumbuh 2,71 persen (yoy), dan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,93 persen (yoy).

Mirza menilai kontribusi ekspor yang tumbuh paling besar menunjukkan pemulihan ekpor terus berjalan. Namun, kinerja ekspor dapat lebih digenjot sehingga pertumbuhannya akan lebih tinggi pada triwulan berikutnya.

 

belanja negara
30cards

belanja negara

Updated 07 Desember 2018 08:11
  1. Realisasi Belanja Modal Baru 62,9% hingga November
  2. Akhir September, Belanja Pemerintah Capai Rp1.512,6 Triliun
  3. Menkeu: Pelaksanaan Siklus Anggaran Jaga Kualitas Belanja
  4. Agustus 2018, Belanja Negara Rp1.303,49 Triliun
  5. Sri Mulyani Sosialisasi Aturan Pengadaan Barang dan Jasa
  6. Hingga Mei, Pemerintah Jokowi-JK Telah Belanjakan Rp458 Triliun
  7. 10 K/L dengan Serapan Belanja Paling Tinggi
  8. 500 Kartu Kredit Digunakan untuk Transaksi APBN
  9. Pemerintah Lakukan Belanja Negara dengan Hati-Hati
  10. Agar Belanja Negara Transparan
  11. Agar Belanja Negara Transparan
  12. Bank BUMN Antusias Belanja Pemerintah Gunakan Kartu Kredit
  13. BNI Bidik Tambahan Transaksi hingga Rp1 Triliun
  14. Belanja Pemerintah Mulai Gunakan Kartu Kredit
  15. Sri Mulyani Sudah Prediksi Pertumbuhan Positif Belanja Pemerintah di Kuartal III
  16. Belanja Pemerintah Jokowi Tahun Depan Mencapai Rp2.220 Triliun
  17. Belanja Produktif Terus Didorong Meski Ada Potensi Penghematan Alamiah
  18. Sri Mulyani Ajukan Anggaran Belanja Kemenkeu Rp28 Triliun di 2018
  19. BI Dorong Pemda di Kepri Mempercepat Realisasi Belanja Modal
  20. Kebutuhan Mendesak, Jokowi Pangkas Rp16 Triliun Belanja K/L
  21. BI Harap Belanja Pemerintah Naik di Triwulan II
  22. Serapan Belanja Negara Kuartal I Diperkirakan Lebih Tinggi
  23. Meningkatkan Efektivitas Belanja Barang dan Jasa via LPSE
  24. Pemerintah Jokowi Belanjakan Rp1.859,5 Triliun Sepanjang 2016
  25. Pemerintah Tarik Utang USD3,5 Miliar Amankan Belanja Januari 2017
  26. Pemangkasan Anggaran Belanja Diklaim tak Pengaruhi Pembangunan Infrastruktur
  27. Banggar Sepakati Pagu Belanja Empat Kemenko Jokowi Tahun Depan
  28. BI Jamin Likuiditas Bank Daerah Tidak Menyusut
  29. Komisi XI Pertanyakan Pemangkasan Tunjangan Profesi Guru
  30. Pemerintah Pangkas DAU, BI Yakin Likuiditas Mencukupi