• Card 24 of 30
Ekonomi

Jangkau Daerah Terpencil, BPH Migas akan Melegalkan Pengecer BBM

Annisa ayu artanti    •    18 Agustus 2017 19:10

Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja) Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

medcom.id, Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan melegalkan pengecer BBM untuk membantu daerah yang tidak terjangkau program BBM satu harga diseluruh daerah.

Kepala BPH Migas Fashurullah Asa menilai, saat ini jangkauan BBM satu harga masih sangat sedikit jika dibandingkan jumlah daerah yang termasuk dalam daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan). Oleh karena itu muncul ide untuk melegalkan pengecer-pengecer BBM.

"Kalau begitu jual ke pengecer-pengecer juga. Karena itu BPH Migas mau hadir dengan namanya sub penyalur tadi. Jadi, nanti di (daerah) 3T ada satu SPBU, itu sebagai hubnya. Jadi nanti per lima kilometer, lima kilometer, lima kilometer kita buat sub penyalur," kata Fanshurullah di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat 18 Agustus 2017.

Dia menuturkan, BPH Migas nantinya akan mengatur margin sub penyalur dan hub. Sehingga sub penyalur tidak boleh mengambil untung dan harus menjual BBM satu harga atau sama dengan harga BBM yang dijual di SPBU yang menjadi hub.

"Dia musti menjual satu harga. Tak boleh ambil untung. (Caranya) Bagaimana? Marginnya diatur oleh BPH sesuai amanat Permen 36 tadi," ungkap dia.

Selain dilegalkan, penyalur juga akan akan diberikan izin niaga, diberikan volume penjualannya, dipantau keamanan (safety), serta diatur tempat penjualannya.

"(Sub penyalur) Dia dilegalkan. Dia legal. Dia punya surat izinnya. Kemudian ditentukan jaraknya. Kemudian volumenya juga ada , kemudian dia ada safety-nya," imbuh dia.

Saat ini program BBM satu harga sudah menjangkau 22 titik kabupaten/kota. Dalam waktu dekat program ini akan dikebut untuk menjangkau 15 titik tambahan. Dahulu, BPH mengusulkan program BBM Satu Harga menjangkau 237 titik tetapi Ditjen Migas hanya menyetujui 148 titik dan Pertamina menambahkannya dua titik.