• Card 15 of 30
Ekonomi

Tak Jual Premium Penugasan, Izin Usaha Bisa Dicabut

Annisa ayu artanti    •    07 Maret 2018 12:34

Ilustrasi. (Foto: Antara/Rivan Awal). Ilustrasi. (Foto: Antara/Rivan Awal).

Jakarta: Izin usaha pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berpotensi dicabut jika tidak menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium penugasan (di luar Jawa, Madura, Bali) sesuai kontrak.

Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Hendri Ahmad mengatakan pihak PT Pertamina (Persero) yang membawahi setiap kontrak usaha SPBU swasta pastinya sudah mempunyai aturan berbisnis yang harus dilakukan.

Tetapi jika pengusaha tetap bandel dan menyalahi kontrak dengan tidak menjual premium penugasan sesuai yang tercantum dalam kontrak, maka Pertamina berhak memutuskan kontraknya.

"Sampai terindikasi melakukan pelanggaran dari kontrak mereka, mereka akan diberikan teguran dan PHU (pemutusan hubungan usaha)," kata Hendri di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu, 7 Maret 2018.

Namun demikian Hendri menambahkan pencabutan itu tidak serta merta dilakukan. Pastinya, pihak Pertamina akan melakukan peneguran dan pembinaan terlebih dahulu kepada pengusaha itu.

"Pertamina sudah mempunyai ketentuan. Sanksi pembinaan, pertama mereka akan diberikan peringatan dan seterusnya," imbuh dia.

BPH Migas, kata Hendri, akan terus melakukan pengawasan untuk memonitor distribusi dan penyerapan premium penugasan itu. Pertamina pun diminta untuk tidak boleh mengurangi pasokan.

"Kami monitor terus untuk melakukan pengawasan. Pertamina tidak boleh mengurangi pasokan sampai jatahnya terealisasi. Kalau masyarakat ternyata membutuhkan, ya kita harus minta Pertamina untuk disalurkan lagi," tutup dia.