• Card 21 of 30
Ekonomi

BPH Migas Prediksi Puncak Konsumsi BBM 23 Desember

Annisa ayu artanti    •    18 Desember 2017 15:13

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (tengah). Medcom/Annisa Ayu. Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (tengah). Medcom/Annisa Ayu.

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprediksikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) terbesar yang akan terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru 2018 akan jatuh pada 23 Desember 2017.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan pada hari itu diperkirakan ada kenaikan volume konsumsi BBM sebesar 26,3 persen dibandingkan hari biasa atau sebesar 114.876 kiloliter (kl).

"Konsumsi tertinggi BBM jenis bensin diprediksikan terjadi pada 23 Desember 2017 dengan volume sebesar 114.876 kl atau naik sebesar 26,3 persen dibandingkan konsumsi normal," kata Fanshurullah di Kantor BPH Migas, Jalan Kapten Tendean, Senin, 18 Desember 2017.

Berdasarkan data dari PT Pertamina (Persero) hampir semua BBM diprediksi akan mengalami peningkatan selama libur Natal dan Tahun Baru 2018.

Premium diprediksi akan mengalami peningkatan sebesar dua persen dari keadaan normal 31.971 kl menjadi 32.610 kl. Pertalite juga akan mengalami peningkatan konsumsi sebesar 12 persen dari 42.201 kl menjadi 47.430 kl.

Lalu, Pertamax juga mengalami peningkatan dari sekitar 16 ribu kl pada hari normal menjadi 17.156 kl. Kemudian, Pertamax Turbo juga mengalami peningkatan sebesar 15 persen dari semula 748 kl menjadi 864 kl.

Sementara untuk BBM jenis solar diprediksi akan mengalami penurunan sebesar enam persen pada Natal dan Tahun Baru 2018 mendatang. Dari semula konsumsi normal 37.019 kl menjadi 33.216 kl.

Menurut Fanshurullah penurunan konsumsi solar ini dikarenakan pembatasan operasional angkutan barang pada H-3 dan H+3 libur Natal dan penurunan kegiatan transportasi komoditas industri akan berdampak pada penurunan konsumsi solar.

"Adanya pembatasan operasional angkutan barang pada H-3 dan H+3 libur Natal," ucap dia.

Dilain sisi Manager BBM PSO Boy FJ Lapian menuturkan, untuk konsumsi avtur dan elpiji diperkirakan akan mengalami peningkatan. Masing-masing sebesar empat persen dan 11,5 persen.

Pada hari biasa, konsumsi elpiji sekitar 23.023 MT diperkirakan naik menjadi 23.916 MT. Sedangkan avtur diperkirakan naik dari 14.564 kl menjadi 16.245 kl.

"Konsumsi elpiji selama masa satgas diprediksi naik empat persen dari kondisi normal dan avtur naik 11,5 persen dari kondisi normal," pungkas dia.