• Card 16 of 30
Ekonomi

BPH Migas Usung Skema CODO ke Muhammadiyah

Kautsar Widya Prabowo    •    07 Maret 2018 09:38

Ilustrasi. (Foto: Antara/M Adimaja). Ilustrasi. (Foto: Antara/M Adimaja).

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan skema Company Owned Dealer Operated (CODO) ke Muhammadiyah. Skema ini terkait kerja sama antara BPH Migas dengan Muhammadiyah untuk membantu distribusi BBM melalui institusi pendidikannya yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kalau ada investasi marginnya mungkin spesial, jadi Muhammadiyah, PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo Tbk sama-sama investasi," ujar Ketua BPH Migas Fanshurullah Asa, di Gedung BPH Migas, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Dia mengakui skema tersebut jarang digunakan karena pemerintah menggunakan business to business (b to b) untuk bekerja sama dengan pihak swasta.

"Kita meminta pada Pertamina dan AKR memberlakukan skema B to B karena organisasi masyarakat," tambah dia.

Sebagai organisasi yang telah berdiri hampir 107 tahun sejak 1912, Muhamadiyah memiliki 600 ribu mahasiswa yang tersebar di 173 perguruan tinggi. Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia juga memiliki 350 rumah sakit di setiap daerah.

Bahkan, Muhammadiyah kini telah memiliki klinik-klinik apung untuk membantu masyarakat sampai di pedalamaan. Merambahnya Muhammadiyah ke sektor ekonomi diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Majelis Ekonomi Muhammadiyah Muhajir menargetkan 170 titik lokasi distribusi untuk BBM di seluruh Indonesia. Ia pun berharap Pertamina dan PT AKR Corporindo dapat segera merealisasikan program tersebut.