• Card 12 of 14
Ekonomi

Pasar Lokal Prospektif, Kemenperin Dorong Penggunaan Keramik

Husen Miftahudin    •    17 Maret 2016 19:19

Logo Kementerian Perindustrian (Foto: dokumentasi Kementerian Perindustrian) Logo Kementerian Perindustrian (Foto: dokumentasi Kementerian Perindustrian)

medcom.id, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, selama Januari 2016 nilai penjualan keramik mengalami kenaikan sekitar 15-20 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut karena dimulainya proyek pembangunan infrastruktur dan properti yang banyak menggunakan produk keramik.

"Untuk jenis tile atau ubin banyak dibutuhkan untuk pembangunan properti, seperti pada program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah," kata Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Dia memperkirakan industri keramik nasional dalam jangka panjang masih cukup prospektif seiring pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus membaik. Namun di sisi lain, penggunaan keramik untuk kebutuhan dalam negeri sendiri masih jauh dibandingkan negara ASEAN lainnya.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan konsumsi keramik per kapita yang masih sekitar dua meter persegi. Padahal negara-negara ASEAN lainnya sudah di atas tiga meter persegi," imbuh dia.

Prospek pembangunan properti dan konstruksi yang terus berkembang, menurut Harjanto, menjadi momentum yang bagus untuk mendorong penggunaan keramik di dalam negeri. Maka itu ia meminta agar pelaku industri keramik nasional agar memanfaatkan peluang pasar tersebut.

"Selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, industri keramik kita juga harus mampu memperluas ke pasar ekspor dengan produk yang berkualitas dan berdaya saing," pungkas Harjanto.

Pada 2015 lalu, produksi industri keramik nasional sebesar 350 juta meter persegi. Sebanyak 87 persen dari jumlah tersebut diserap pasar lokal, sedangkan 13 persen sisanya diekspor.