• Card 2 of 30
Ramadan

334 Napi Koruptor dapat Remisi Idulfitri

Juven Martua Sitompul    •    14 Juni 2018 17:14

Ilustrasi hukum - Medcom.id. Ilustrasi hukum - Medcom.id.

Jakarta: Sedikitnya 334 terpidana kasus korupsi, yang beragama Islam mendapat remisi khusus Idulfitri 1439 Hijriah. Ke-334 koruptor ini merupakan bagian dari 80.430 narapidana di Indonesia yang mendapat remisi khusus lebaran.

"Narapidana korupsi ada 334 orang," kata Kabag Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto saat dihubungi Medcom.id, Jakarta, Kamis, 14 Juni 2018.

Tak hanya terpidana kasus korupsi, remisi khusus juga diberikan pemerintah kepada narapidana kasus extraordinary crime atau kejahatan luar biasa lainnya. Mereka di antaranya adalah terpidana kasus narkotika dan kasus terorisme.

Sayangnya, Ade enggan memerinci rata-rata pengurangan pidana dari tiga kasus tersebut. "Untuk kasus narkotika sebanyak 19.561 orang, kemudian narapidana terorisme 56 orang," pungkas Ade Kusmanto.

Sebelumnya, pemerintah melalui Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan remisi khusus Idulfitri 1439 Hijriah kepada 80.430 narapidana yang beragama Islam. Dari total itu, 446 narapidana dinyatakan bebas sedangkan 79.984 hanya pengurangan masa hukuman.

(Baca juga: Narapidana Lapas Batu tak Dapat Remisi)

Pihak Ditjen PAS sendiri mengklaim jika remisi ini setidaknya dapat mengurangi kelebihan daya tampung Lapas ataupun Rutan. Mengingat, saat ini narapidana dan tahanan yang mendekam di Lapas atau Rutan jumlahnya mencapai 250 ribu orang.

Jumlah narapidana ini tak sesuai dengan kapasitas Lapas dan Rutan yang hanya mampu menampung 124 ribu orang. Dari 80.430 narapidana yang mendapat remisi khusus itu sebanyak 51.775 narapidana mendapat remisi 1 bulan dan sebanyak 21.399 narapidana mendapat remisi 15 hari.

Lalu, sebanyak 6.125 narapidana mendapat remisi 1 bulan 15 hari dan 1.131 narapidana mendapat remisi 2 bulan. Sementara, 5 kantor wilayah Kemenkumam yang paling banyak memperoleh remisi antara lain Jawa Barat sejumlah 8.654 narapidana, Jawa Timur 6.947 narapidana, Sumatera Selatan 6.228 narapidana, Sumatera Utara 5.780 narapidana, Jawa Tengah 5.717 narapidana dan Kalimantan Timur 4.773 narapidana.

Selain mengurangi daya tampung Rutan dan Lapas, remisi ini juga diklaim dapat menghemat anggaran makan. Penghematan makan dari remisi tersebut mencapai Rp32 miliar.