• Card 1 of 30
Bola

Menanti Duel Bersejarah Rusia versus Arab Saudi di Piala Dunia 2018

Valentinus Reza    •    14 Juni 2018 08:59

Timnas Rusia sedang berlatih. (Foto: AFP/Alexander Nemenov) Timnas Rusia sedang berlatih. (Foto: AFP/Alexander Nemenov)

Moscow: Piala Dunia 2018 menorehkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya, pesta sepak bola terakbar di planet bumi ini akan mengambil tempat di kawasan Eropa Timur yaitu Rusia.

Jika kita flashback ke tahun 1930, saat itu untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar, tidak ada babak kualifikasi dan pesertanya hanya 13. Tetapi sekarang, kurang dari seabad kemudian, 211 negara anggota FIFA berebut tempat untuk bisa masuk ke putaran final yang berisi 32 negara.

Terbagi dari Grup A hingga H, prosesnya butuh dua tahun bagi setiap negara melewati kualifikasi dan kompetisi Interkontinental untuk memastikan tempat di putaran final.

Dua pendatang baru Islandia dan Panama siap meramaikan Piala Dunia Rusia. Negeri Beruang Merah sudah mempersiapkan Piala Dunia sejak delapan tahun lalu, tepatnya pada 2010. Dan semangat Piala Dunia Rusia sudah dirasakan sejak tahun lalu saat mereka menggelar Piala Konfederasi yang dimenangkan oleh Jerman setelah menekuk Cile 1-0 pada babak final.

Untuk turnamen itu, yang juga ajang pemanasan bagi Rusia sebelum menggelar Piala Dunia, empat dari 12 stadion di 11 kota yang digunakan yaitu Saint Petersburg, Moscow, Kazan, dan Sochi. Para fan berkesempatan untuk merasakan tidak hanya keindahan Rusia tapi kulitas terbaik untuk menikmati sepak bola.

Jerman akan hadir di Rusia untuk mempertahankan Piala Dunia. Tim Panser mengangkat Piala Dunia untuk keempat kalinya pada 2014, atau empat tahun lalu di Brasil, setelah menghancurkan mimpi Argentina di final yang berlangsung di stadion bersejarah Maracana.

Rusia juga punya stadion bersejarah bernama Luzhniki di Moscow. Pemesanan tiket sejak 14 Juni hingga 15 Juli telah melebihi jumlah total tiket yang dijual. Tentu yang namanya fan sepak bola akan siap berkorban khususnya dari segi finansial untuk merasakan pengalaman sekali seumur hidup, sensasi menyaksikan 32 tim berlaga pada 64 pertandingan Piala Dunia.

Baca: Green Falcon Siap Terbang Lebih Tinggi di Moskow


Kita, para fan dan suporter akan menjadi saksi Piala Dunia pertama di Eropa sejak digelar di Jerman 2006 silam.

Setelah absen di dua edisi sebelumnya, Arab Saudi kembali hadir di Piala Dunia. Kali ini dengan skuat yang berpengalaman, menjadi senjata The Green Falcons untuk bisa melaju ke fase gugur.


Foto: AFP/Alexander Nemenov

Arab Saudi sudah lima kali menembus Piala Dunia termasuk tahun ini. Kali ini mereka hadir di Rusia dengan skuat tertua dari seri usia pemain. Rata-rata usia pemain yang mengisi skuat Arab Saudi adalah 29 tahun.
 
Mantan pelatih Cile Juan Antonio Pizzi akan meracik strategi terbaik untuk Arab Saudi di putaran final setelah menggantikan kompatriotnya Edgardo Bauza. Belum bisa diprediksi bagaimana Pizzi akan memaksimalkan pengalaman dari para pemainnya.

Bek Osama Hawsawi sudah mengoleksi lebih dari 120 penampilan untuk negaranya begitu juga gelandang Taisir Al-Jassim sejak melakukan debut di Timnas 11 tahun silam. Yang menjadi catatan rata-rata semua pemain Arab Saudi bermain di kompetisi lokal setiap minggunya. Sehingga mereka punya gaya bermain sendiri tanpa terpengaruh dari tradisi sepak bola di negara lain.

Baca: Antara Pistol dan Vodka


Rasa bangga terhadap negaranya menjadi senjata utama Arab Saudi. Mengingat sebagian pemain sudah melewati usia 28 hingga 30 tahun. Itu akan menjadi motivasi ekstra bagi pasukan Green Falcons. Terakhir, Arab Saudi setidaknya bisa menyulitkan dan mencetak gol ke gawang Jerman di laga uji coba terakhir walaupun akhirnya kalah 2-1.

Tapi di atas kertas, Arab Saudi bisa menjadi salah satu tim terlemah dari segi kualitas pemain. Dengan kekurangan pemain muda apalagi berada di Grup A yang lawan-lawannya cukup menyulitkan, yaitu tuan rumah Rusia, Mesir, dan Uruguay.

Arab Saudi masih bisa mengandalkan striker mereka yang berusia 31 tahun Mohammad Al Sahlawi. Bermain di klub domestik Al-Nassr dengan status pemain termahal, Sahlawi rutin mencetak gol bagi klub dan negaranya termasuk ketika mencetak delapan gol melawan Timor Leste pada babak kualifikasi Piala Dunia. Sejumlah keunggulan itu harus bisa dimaksimalkan Pizzi jika ingin mengulang kesuksesan Arab Saudi seperti tahun 1994, lolos ke babak 16 besar.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Salam dari Rusia, Jalan-jalan di Gorky Park