• Card 1 of 30
Properti

'Umur pendek' Mordovia Arena

Rizkie Fauzian    •    12 Juli 2018 14:00

Warna cerah fasad stadion di tepi sungai ini merupakan simbol ciri khas etnis Mordovia. dezeen/Erzyanin Warna cerah fasad stadion di tepi sungai ini merupakan simbol ciri khas etnis Mordovia. dezeen/Erzyanin

Saransk: Mulanya proyek pembangunan Mordovia Arena untuk memperingati satu abad unifikasi masyarakat etnik Mordovia dengan etnik lain Rusia. Di dalam rancanganya pada 2010, banguan ini untuk ukuran kota kecil.

Maka kapasitasnya awalnya tergolong medium, untuk 25 ribu penonton. Maka setelah ditetapkan sebagai tempat digelarnya laga Piala Dunia 2018, stadion yang waktu itu baru separuh jadi itu pun dimelarkan agar bisa menampung 45 ribu penonton sesuai standar FIFA.


Bendera Jepang dan Kolombia dibentangkan di tengah lapangan jelang laga penyisihan Grup H Piala Dunia 2018 Rusia di Mordovia Arena, Saransk (19/7/2018). AFP Photo/Mladen Antonov

Perubahan desain awal ini sempat membuat proyek terhenti selama dua tahun gara-gara kekurangan dana. Proyek di kota Saransk ini akhirnya diambil alih oleh pemerintah federal Rusia.


Warga dari puncak Mordovia Aren, Saransk, menyaksikan terbitnya bulan pada malam laga penyisihan Grup B Piala Dunia 2018 Rusia antara Iran vs Portugal (25/6/2018). AFP Photo/Mladen Antonov

Stadion di tepi Sungai Insar ini dirancang perusahaan Rusia SaranskGrazhdanProekt. Berbentuk oval, arena ini dibalut panel berwarna oranye, merah dan putih sebagai ciri khas karya seni dan kerajinan di wilayah Mordovia.

Setelah berakhirnya Piala Dunia 2018, beberapa struktur tambahan stadion akan dibongkar. Bangunan dikembalikan ke desain awal yang berupa komplek fasilitas olahraga yang juga memiliki gelanggang voli indoor, lapangan basket dan tenis, serta pusat kebugaran.