• Card 1 of 30
Nasional

Polri Bantah Kasus Novel Ditangani Polres Jakut

Ilham wibowo    •    03 Mei 2018 19:38

Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto

Jakarta: Polri membantah hanya memerintahkan penyidik Polres Metro Jakarta Utara untuk mengusut pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Polri memastikan tim yang terlibat berasal dari unsur berkompeten.

"Bukan (hanya penyidik Polres Jakut), itu keliru," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto ditemui di komplek PTIK, Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

Setyo mengaku Polri telah menurunkan penyidik terbaik untuk mengungkap teror keji terhadap penyidik senior KPK tersebut. Menurutnya, Polres Jakut dipilih sebagai lokasi pemeriksaan untuk memudahkan Novel memberi keterangan.

"Itu tim (penyidik) dari Polda Metro Jaya, ada dari Polres, sama Mabes," ujarnya. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Muhammad Iqbal juga membantah adanya pelimpahan perkara kasus Novel dari Polda Metro Jaya ke Polres Jakarta Utara. Dia mengklaim seluruh upaya penyidikan yang dilakukan merupakan strategi kepolisian.

Baca: Kasus Novel Masih Mangkrak

"Ada beberapa teknis penyidikan, itu strategi kami, tujuannya agar tidak jauh dari rumahnya. Jika kondisinya kurang sehat, kami juga bisa saja memeriksa dia di rumah," ucapnya. 

Sebelumnya, Alghiffari Aqsa, selaku kuasa hukum Novel, menilai kebijakan Polri untuk melibatkan penyidik setingkat polres janggal. Dia juga menganggap pelibatan penyidik itu akan membuat pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel molor.

"Kasus ini rumit, aktor yang terlibat diduga memegang jabatan tertentu, berarti perkara sulit ini harus didampingi dan dilakukan di tingkat polda atau Polri," kata Alghiffari, Kamis, 26 April 2018.