• Card 1 of 30
Nasional

Presiden Ingin KPK Leluasa Tangani Kasus Novel

Dheri Agriesta    •    27 April 2018 16:40

Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko--Medcom.id/M Rodhi Aulia Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko--Medcom.id/M Rodhi Aulia

Jakarta: Presiden Joko Widodo tak ingin mengintervensi kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko menyebut, Presiden Jokowi ingin memberi keleluasaan kepada penegak hukum.

"Beri keleluasaan kepada mereka (penegak hukum) untuk bekerja, nanti kalau protes ya protes kepada Kepolisian, jangan protes kepada Presiden dong," kata Moeldoko di Bina Graha, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jumat, 27 April 2018.

Moeldoko menjelaskan, proses hukum bisa bias jika Presiden terlalu campur tangan. Oleh karena itu, Presiden menyerahkan keseluruhan penyelesaian kasus itu kepada penegak hukum.

Baca: Polri Belum Angkat Tangan untuk Novel

Moeldoko menyebut, masyarakat seharusnya tak memberikan tekanan kepada Presiden jika kasus itu tak kunjung selesai. Karena, bola panas saat ini berada di tangan Kepolisian.

"Beri kesempatan Presiden untuk berpikir yang lebih strategis, lebih besar. Karena nanti aparatur tidak bekerja optimum," jelas Moeldoko.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017. Peristiwa itu membuat kedua mata Novel hampir buta.

Hampir satu tahun berlalu, kasus Novel hingga kini masih belum jelas. Polri belum mampu mengungkap dalang maupun pelaku penyiraman air keras kepada Novel.