• Card 1 of 30
Nasional

Pimpinan KPK Dorong Cara Lain untuk Ungkap Kasus Novel

Juven Martua Sitompul    •    11 April 2018 17:43

 Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. Foto: MI/Rommy Pujianto. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyebut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan harus segera dituntaskan. Polisi diminta secepatnya menemukan pelaku dan otak di balik teror tersebut.
 
"Oleh sebab itu kasus ini harus kita selesaikan dengan baik dan harus ketemu. Bagaimana caranya pokoknya harus ketemu," kata Saut di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.
 
Menurut Saut, teror keji yang dialami Novel tak menutup kemungkinan bakal terjadi pada penyidik atau pegiat antikorupsi lain di tanah air. Maka dari itu, lanjut dia polisi tidak bisa berlama-lama menangkap pelaku.
 
Berbeda dari sebelumnya, kali ini Saut justru mendukung pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus Novel. Terpenting, semua pihak yang tergabung dalam TGPF konsisten dan serius mengungkap pelaku penyiraman.
 
"Tadi menyampaikan beberapa, ada TGPF, ada upaya-upaya lain tidak ada cara yang tunggal untuk mencari penjahat Pak Novel ya. Banyak cara, TGPF apapun bentuknya tinggal komitmen kita dan kesepakatan kita," ujarnya.

Baca: KPK Yakin tak Ada Unsur Politis di Penanganan Kasus Novel

Saut mengingatkan kepada semua pihak yang bersikeras membentuk TGPF fokus terhadap pengungkapan pelaku termasuk otak teror. "Jangan sampai kita nanti malah berputar-putar di situ terus orangnya enggak ketemu," ucap Saut.
 
Kendati begitu, Saut optimistis pelaku bisa ditemukan jika semua unsur termasuk masyarakat berbagi informasi soal peristiwa penyiraman. Sebab, sekecil apapun informasi yang dikumpulkan akan membantu polisi mengungkap kasus teror terhadap penyidik senior KPK tersebut.
 
"Saya selalu mengatakan potongan-potongan informasi kecil pun dari sekitar tetangga bisa jadi menjadi hal yang vital nanti. Mari kita sama-sama bekerja," pungkas Saut.