• Card 1 of 30
Nasional

KPK Minta Polisi Berupaya Keras Ungkap Penyiram Novel

Juven Martua Sitompul    •    10 April 2018 17:01

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang - Antara/M Agung Rajasa Wakil Ketua KPK Saut Situmorang - Antara/M Agung Rajasa

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak kepolisian tidak berhenti mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Lembaga Antirasuah berharap polisi terus berupaya keras menemukan pelaku atau pun otak dibalik teror keji terhadap penyidik senior tersebut.

"Ini kerja tak boleh mengenal lelah, jadi yang kita lakukan harapannya menemukan pelakunya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Menurut Saut, penyiraman air keras terhadap Novel wajib dituntaskan. Mengingat, lanjut dia, teror tersebut masuk dalam ranah pidana dan peristiwa hukum.

"Maka harus dengan cara hukum pula dalam hal ini kewenangannya di luar penegak hukum agar tidak dibiasakan," ujar dia. 

(Baca juga: Menanti Janji Jokowi)

Saut mengatakan, secara pribadi akan terus mendukung pihak Polri untuk segera menyelesaikan dengan menangkap pelaku ataupun dalang dibalik penyerangan. Dia berharap, polisi mau membagi informasi atau temuan-temuan baru dari hasil penyelidikan kasus tersebut.

"Kita dukung saja Polri, kalau ada info bisa dishare jangan bentuk birokrasi baru, itu pikiran saya pribadi bukan pendapat KPK secara keseluruhan," pungkas Saut.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Peristiwa itu membuat kedua mata Novel hampir buta.

Hingga kini tepatnya besok, satu tahun sudah pihak kepolisian menangani kasus penyiraman air keras ini. Namun, Polri belum juga mampu mengungkap dalang maupun pelaku penyiraman air keras kepada Novel. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

(Baca juga: Polda Metro tak Permasalahkan Waktu Pengungkapan Kasus Novel)