• Card 7 of 30
Nasional

Polisi Dianggap Ogah Ungkap Kasus Novel

Husen Miftahudin    •    27 Juli 2018 13:04

Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto. Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut Polri tak bersedia mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpanya. Dia pun mendesak Presiden Joko Widodo bertindak tegas agar Polri bergerak.

"Saya menyampaikan, saya mendesak Presiden. Kenapa enggak ke Kapolri (Jenderal Tito Karnavian)? Polri, institusi saya, saya tegaskan polisi enggak mau ungkap ini. Saya minta ke atasan polisi untuk ungkap," kata Novel di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat, 27 Juli 2018.

Sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu mengaku tak menyimpan dendam. Namun, pengungkapan penyerangan terhadapnya sama dengan upaya memberantas korupsi.

"Ini sama pentingnya, saya akan terus sampaikan ini. Inilah perjuangan yang bisa saya lakukan agar semua elemen bangsa mau sungguh-sungguh memberantas korupsi," tegas dia.

Di sisi lain, dia melihat lembaga lain menyatakan serius untuk memberantas korupsi. Untuk itu, dia berharap seluruh lembaga menegakkan upaya membumihanguskan korupsi di Tanah Air.

Baca: 16 Bulan Absen, Novel Baswedan Kembali Ngantor

Novel tak akan berhenti menuntut agar kasusnya segera diungkap. Dia rela menanggung apa pun risikonya demi menegakkan keadilan.

"Yang berjuang (memberantas) korupsi pasti dimusuhi, keberanian sabar bertawakal akan dapat hasil maksimal. Apa yang kita lakukan dapat pahala. Semoga dukungan ke Komisi Pemberantasan Korupsi terjaga dan terus dikobarkan," pungkasnya.