• Card 15 of 30
Nasional

WP KPK Berharap Kasus Novel tak Jadi Beban Sejarah

Intan Yunelia    •    18 Juni 2018 03:29

Penyidik senior KPK Novel Baswedan dan Ketua WP KPK Yudi Purnomo. ANT/Hafidz Mubarak. Penyidik senior KPK Novel Baswedan dan Ketua WP KPK Yudi Purnomo. ANT/Hafidz Mubarak.

Jakarta: Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah berumur setahun dua bulan. Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo khawatir kasus ini akan menjadi beban sejarah.

"Kasus Novel tidak boleh dilupakan dan harus dilanjutkan dan dituntaskan sehingga jangan sampai ini menjadi beban sejarah bagi pemimpin di negeri ini," kata Yudi di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu 17 Juni 2018.

Jika tak kunjung rampung, kasus ini akan jadi catatan merah buat Presiden Joko Widodo. Yudi menyebut, kelalaian pemerintah dalam menyelesaikan kasus ini akan selalu diingat publik.

"Bahwa pernah ada seseorang yang memberantas korupsi namun kemudian diteror dan matanya mengalami kebutaan dan negara diam saja," ucap Yudi.

Yudi akan menggalang suara dari para pegawai KPK untuk mengingatkan pemerintah agar tak melupakan kasus Novel. Penggalangan aspirasi suara pegawai ini akan diserahkan kepada pimpinan KPK. 

"Kemudian kedua pimpinan akan sepakat dengan pegawai. saya sebagai ketua WP merupakan vitamin bagi pimpinan KPK," pungkasnya.

Diketahui, orang tak dikenal menyiramkan air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan, Selasa, 11 April 2017. Pelaku beraksi saat Novel berjalan kaki usai salat Subuh di masjid dekat rumahnya.