• Card 1 of 30
Nasional

Novel Bantah tak Kooperatif

Juven Martua Sitompul    •    16 Mei 2018 09:06

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Foto: MI/Rommy Pujianto Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Foto: MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Muhammad Isnur selaku kuasa hukum penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membantah tuduhan kalau kliennya tak kooperatif selama diperiksa polisi terkait teror penyiraman air keras. Hal itu disampaikan Novel dan kuasa hukum saat melakukan pertemuan dengan pihak Ombudsman.

"Kami ajukan bukti dan kami berikan fakta bahwa selama ini Mas Novel kooperatif. Novel juga aktif berikan data terkait kasus yang dia alami," kata Isnur di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Isnur mengatakan, Novel pernah diperiksa dengan memberikan bukti dokumen sembilan lembar. Bahkan, bukti tersebut juga ditunjukkan kepada anggota Ombudsman.

Baca: Ombudsman Mengantongi Informasi Baru dari Novel

"Saya khawatir seolah jadi korban yang dikorbankan. Jadi, kalau ada informasi yang beredar bahwa Novel tidak kooperatif, itu salah," ujar Isnur.

Tak hanya itu, dia mengatakan kalau Novel telah menunjukkan bukti-bukti yang memunculkan dugaan adanya maladministrasi dalam penyidikan kepolisian. Hal ini lah yang menyebabkan pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel mangkrak

Di sisi lain, Novel dan tim hukum berharap informasi yang diberikan dapat membantu Ombudsman untuk menyelidiki dugaan kesalahan prosedur dalam menangani kasus yang tak kunjung rampung tersebut.

Baca: Novel: Semoga Ada Mukjizat Bisa Melihat Lagi

"Semoga apa yang dilakukan Ombudsman bisa berhasil dengan optimal, sehingga bisa mengetahui adanya maladministrasi sehubungan dengan penyidikan perkara penyerangan terhadap diri saya. Jadi itu poin utamanya yang saya sampaikan," pungkasnya.