• Card 1 of 30
Nasional

Menanti Janji Jokowi

Achmad Zulfikar Fazli    •    10 April 2018 16:49

Penyidik KPK Novel Baswedan - MI/Rommy Pujianto. Penyidik KPK Novel Baswedan - MI/Rommy Pujianto.

Bogor: Presiden Joko Widodo pernah berjanji akan menjelaskan perkembangan kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Penjelasan itu rencananya diberikan selepas memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ia menanyakan perkembangan kasus Novel kepada Kapolri. Dari penjelasan itu, Jokowi seharusnya telah punya keputusan apakah akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atau tidak.

Namun Jokowi hingga kini belum bersikap. Meski, kasus ini sudah hampir setahun terkatung-katung.

Juru bicara Presiden Johan Budi mengaku belum tahu perkembangan itu. Ia meminta hal itu ditanyakan langsung kepada Jokowi.

"Saya belum nanya lagi. Harusnya kamu ke Presiden langsung. Kan waktu itu janjinya beliau kan setelah dapat penjelasan dari Kapolri," ujar Johan di Kompleks Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa, 10 April 2018.

Yang pasti, jelas dia, Jokowi sudah bertemu dengan Kapolri belum lama ini dan berkomunikasi tentang kasus Novel. Namun, ia tak tahu detail pembahasan itu.

"Waktu itu Pak Presiden ditanya akan memanggil Pak Kapolri sebelum memutuskan apakah dibentuk (TGPF) atau tidak. Dia ingin mendengarkan Pak Kapolri progresnya seperti apa. Nah setelah statement itu Pak Kapolri dipanggil," kata dia.

(Baca juga: Polri Dinilai Menggantungkan Keterangan Novel Baswedan)

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, Jokowi berkomitmen menuntaskan kasus Novel. Komitmen itu tak akan pernah berubah.

"Pemerintah dalam komitmen untuk menyelesaikan masalah itu," tegas dia.

Moeldoko mengakui, Presiden sudah berkomunikasi dengan Kapolri soal masalah ini. Hanya, ia juga tak tahu inti pembicaraannya.

Ia tak mempersoalkan keraguan beberapa LSM kepada kinerja Polri dalam pengusutan kasus ini. Ia justru meminta LSM untuk ikut mendorong agar kasus ini segera tuntas.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Peristiwa itu membuat kedua mata Novel hampir buta.

(Baca juga: KontraS Desak Jokowi Tuntaskan Kasus Novel)

Polri hingga kini belum mampu mengungkap dalang maupun pelaku penyiraman air keras ke Novel. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

Desakan pembentukan TGPF kasus Novel juga terus bergulir, khususnya dari pegiat antikorupsi serta beberapa mantan pimpinan KPK. Mereka menilai TGPF dapat menyelesaikan masalah ini dan membuka fakta baru.

TGPF ini juga pernah dibentuk untuk mengusut kasus kematian aktivis HAM Munir. Hasilnya dinilai positif.

Namun, desakan itu belum mengunggah hati Jokowi. Kepala Negara itu belum mau membentuk TGPF dan masih percaya pada Polri.

(Baca juga: KontraS: Polri Jangan 'Alergi' terhadap TGPF)