• Card 20 of 30
Nasional

Novel Duga Penguasa Terlibat dalam Kasus Penyerangannya

Juven Martua Sitompul    •    11 April 2018 19:52

Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut, ada anggota Polri yang terlibat dalam kasus teror penyiraman air keras terhadap dirinya. Bahkan, Novel menduga ada pihak dari penguasa terlibat dalam teror keji tersebut.

"Saya pernah menyampaikan bahwa ini terkait dengan orang-orang yang punya kekuasaan. Saya menduga bahwa ada oknum Polri juga yang terlibat di sini sehingga saya ingin menyampaikan bahwa saya menduga itu yang terjadi," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Ini bukan kali pertama Novel mengungkap dugaan adanya anggota Polri yang terlibat. Saat masih menjalani perawatan di Singapura, Novel juga pernah mengungkap hal yang sama.

"Apakah itu merupakan keengganan atau memang ada suatu kesengajaan saya tidak tahu," ujarnya.

Baca: Polisi Tagih Nama Jenderal pada Novel

Novel masih enggan mengungkap anggota Polri yang diduga terlibat dalam kasus teror tersebut. Hal ini telah disampaikan Novel pada pihak kepolisian atau Komnas HAM yang telah membentuk tim khusus.

"Nanti kita lihat lagi. Saya tidak tidak ingin menyampaikan lebih jauh karena Komnas HAM sekarang sudah bekerja dan tentunya kita berharap apa yang dilakukan Komnas HAM ke depan menjadi kekuatan juga untuk mendukung untuk agar tidak lagi teror teror kepada orang-orang yang memberantas korupsi telah terjadi," ucap dia.

Pada kesempatan itu, Novel menyampaikan kekecewaannya terhadap Polri yang lamban mengusut kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Apa lagi, kasus ini sudah bergulir satu tahun tapi pelaku atau otak di balik penyiraman belum terungkap.

Baca: Novel Baswedan: Saya Kecewa!

"Saya ingin menyampaikan bahwa ini tidak boleh dianggap sepele. Tidak boleh dibiarkan, dan saya juga kecewa dengan proses pengungkapan yang sampai sekarang belum juga diungkap," pungkasnya.