• Card 7 of 17
Ekonomi

Danareksa Investment Management Kelola Dana Rp27,2 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    08 Maret 2018 10:58

Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro). Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).

Jakarta: Kinerja Reksa Dana PT Danareksa Investment Management (DIM) sepanjang 2017 mencatatkan pertumbuhan positif. DIM mampu mendorong dana kelolaan atau asset under management (AUM) tumbuh 45 persen menjadi Rp27,2 triliun di tahun lalu.

Hampir seluruh produk reksa dana unggulan DIM tercatat melebihi kinerja rata-rata Reksa Dana di industri. Dari jenis reksa dana saham unggulan tercatat melebihi kinerja infovesta equity fund index sebesar 11,25 persen, antara lain Danareksa Mawar Konsumer 10 mencetak imbal hasil (return) 15,72 persen, Danareksa Mawar Fokus 10 di level 14,66 persen, serta Danareksa Mawar dengan return mencapai 16,15 persen.

Direktur Utama Danareksa Investment Management Marsangap P Tamba mengatakan kinerja reksa dana saham perseroan yang positif didukung dengan strategi pemilihan saham yang tepat dengan mempertimbangkan faktor fundamental masing-masing emiten.

"Kami tetap konsisten berpedoman pada investment universe yang berlaku di perusahaan. Pemilihan underlying senantiasa disesuaikan pada filosofi investasi. Kami juga mencari instrumen investasi atau emiten yang menawarkan pertumbuhan berkesinambungan, didukung manajemen yang kuat dan fundamental menarik," kata Marsangap dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Selain reksa sana saham, jenis reksa dana perseroan yang lain, yakni reksa dana pendapatan tetap juga berkinerja positif tahun lalu, melebihi kinerja infovesta fixed income fund index yang sebesar 10,72 persen. Produk reksa dana pendapatan tetap DIM, yaitu Danareksa Melati Pendapatan Tetap Utama mencetak return 14,41 persen dan Danareksa Gebyar Indonesia II sebesar 14,90 persen.

Begitu pula dengan kinerja reksa dana pasar uang DIM seperti Danareksa Seruni Pasar Uang II mencatat return 5,34 persen. Reksa Dana Campuran DIM mencetak return 11,93 persen untuk Danareksa Anggrek Fleksibel dan 9,62 persen untuk Danareksa Syariah Berimbang.

Marsangap menyebutkan produk Investasi Alternatif DIM juga mencatat pertumbuhan positif, baik Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) maupun Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA). Pada 2017, DIM mencatat penerbitan dua RDPT dan satu KIK EBA yang berbasis infrastruktur.

"Adanya fokus dan dukungan Pemerintah terhadap pengembangan infrastruktur telah meningkatkan jumlah dana kelolaan instrumen produk Investasi Alternatif seperti KIK EBA dibandingkan tahun sebelumnya," jelas dia.

Sepanjang 2018, peluang bagi industri reksa dana untuk tumbuh lebih terbuka karena latar belakang ekonomi makro cukup bagus di 2017. Di satu sisi, kondisi global diperkirakan lebih kondusif, meskipun demikian Indonesia tetap perlu mewaspadai dampak dari berbagai faktor ketidakpastian ekonomi global misalnya potensi normalisasi kebijakan moneter negara maju.

"Beberapa faktor tersebut akan mendorong pertumbuhanseluruh instrumen investasi baik dari sisi jumlah dan varian produk hingga ekspektasi imbal hasil masing-masing produk yang ditawarkan kepada investor," sebut dia.

Marsangap menambahkan untuk tahun ini ada beberapa sektor yang bisa menjadi primadona investasi, seperti sektor pertambangan, konstruksi dan industri dasar. "Ini berbeda dari tahun 2017 yang lebih banyak digerakkan sektor perbankan, konsumer dan otomotif," pungkas dia.