• Card 1 of 30
Ekonomi

Tiongkok Tegaskan Tidak Takut Melawan AS

Angga Bratadharma    •    20 Juni 2018 11:04

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP) Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) bersama dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: AFP)

Beijing: Kementerian Perdagangan Tiongkok akan mengambil langkah balasan jika Amerika Serikat (AS) menerbitkan daftar tarif impor tambahan untuk Tiongkok. Tiongkok siap melindungi kepentingannya dan mengambil langkah kuantitatif dan kualitatif terhadap kebijakan tersebut.

"Ancaman baru dari tarif tambahan melanggar negosiasi sebelumnya dan konsensus yang dicapai antara kedua negara. Perang dagang akan merugikan perusahaan dan orang-orang di kedua negara," kata Kementerian Perdagangan Tiongkok, seperti dikutip dari CNBC, Rabu, 20 Juni 2018.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menilai praktik tekanan dan pemerasan ekstrem ini menyimpang dari konsensus yang dicapai oleh kedua belah pihak pada banyak kesempatan dan mengecewakan bagi masyarakat internasional. Tentu ada harapan agar AS mengkaji kembali kebijakan pengenaan tarif tambahan tersebut.



"Amerika Serikat telah memulai perang dagang yang melanggar hukum pasar dan tidak sesuai dengan tren perkembangan global saat ini," tegas Kementerian Perdagangan Tiongkok.

Kementerian Perdagangan Tiongkok menambahkan Beijing akan merespons dengan menjaga kepentingan Tiongkok dan rakyatnya serta membela perdagangan bebas. Tidak peduli bagaimana lingkungan eksternal berubah secara global, Tiongkok akan mendorong secara kuat ke depan melalui reformasi dan keterbukaan.



Kendati demikian, Kementerian Perdagangan Tiongkok menegaskan, pihaknya tidak menginginkan perang dagang. Namun, Beijing tidak takut untuk terlibat dalam suatu perang dagang. Hal ini sejalan dengan respons Beijing terkait keputusan Presiden AS Donald Trump yang ingin memberlakukan tarif baru untuk produk dari Tiongkok.

Trump telah meminta Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat untuk mengidentifikasi barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar untuk tarif tambahan dengan tarif 10 persen. "Kewajiban akan berlaku jika Tiongkok menolak untuk mengubah praktiknya dan juga jika bersikeras untuk terus maju dengan tarif baru yang baru-baru ini diumumkan," kata Trump.