tiongkok
30cards

tiongkok

Updated 23 Oktober 2018 11:01
  1. Bank Sentral Tiongkok Kembali Suntik Likuiditas
  2. Baja untuk 60 'Menara Eiffel' jadi 1 Jembatan
  3. AS: Tiongkok Tidak Memiliki Transparansi
  4. Bank Sentral Tiongkok Suntik Likuiditas ke Pasar
  5. Di Tengah Ketidakpastian, Tiongkok Diyakini Memiliki Ketahanan Ekonomi
  6. Trump-Xi Jinping Berpeluang Bertemu di KTT G20
  7. Tiongkok Miliki Ruang Penyesuaian Kebijakan Moneter
  8. Curi Informasi Rahasia Penerbangan, Perwira Tiongkok Didakwa
  9. JP Morgan Turunkan Peringkat Saham Tiongkok
  10. Tiongkok Dianggap Berisiko bagi Industri Pertahanan AS
  11. Diskusi Perdagangan AS-Tiongkok Belum Alami Kemajuan
  12. Tiongkok Bangun Dua Basis Produksi Gas Metana-Batu Bara
  13. Bank Sentral Tiongkok Terus Intervensi Pasar
  14. Defisit Perdagangan Jasa Tiongkok di Agustus Membesar
  15. Tarif Baru Trump Berpotensi jadi Gelombang Kejut bagi Tiongkok
  16. Pria Tiongkok Beli Mobil Mewah Pakai Uang Receh
  17. Peringatan Hari Nasional ke-69 RRT
  18. Swedia Tunda Deportasi Uighur ke Tiongkok
  19. Amnesty Internasional Minta Tiongkok Bebaskan Uighur
  20. Investasi Tiongkok di Luar Negeri Diperkirakan Tembus USD2,5 Triliun
  21. Jack Ma: Perdagangan Tidak Bisa Digunakan untuk Perang
  22. Uni Eropa dan Tiongkok Tegaskan Pentingnya Sistem Perdagangan Multilateral
  23. Pengusiran Turis Tiongkok di Swedia Picu Ketegangan Diplomatik
  24. Ekonomi Tiongkok Mulai Melemah Usai Pertumbuhan Investasi Capai Titik Terendah
  25. Tiongkok Disebut Tidak akan Menyerah terhadap Tuntutan AS
  26. Trump: Tidak Ada Tekanan Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Tiongkok
  27. Tidak Ada yang Menang dari Perang Dagang Global
  28. AS Mulai Kembali Bahas Perdagangan dengan Tiongkok
  29. AS Disebut akan Menyesal Jika Perlambat Ekonomi Tiongkok
  30. Dilamar di Pesawat, Pramugari di Tiongkok Malah Dipecat
  • Card 25 of 30
Ekonomi

Tiongkok Disebut Tidak akan Menyerah terhadap Tuntutan AS

Angga Bratadharma    •    15 September 2018 18:03

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (Jim Watson/AFP) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (Jim Watson/AFP)

Beijing: Pemerintah Tiongkok disebut tidak akan tunduk pada tuntutan Amerika Serikat (AS) dalam negosiasi perdagangan, surat kabar China Daily yang dikelola negara mengatakan dalam sebuah editorial. Hal tersebut terungkap setelah para pejabat Tiongkok menyambut undangan dari Washington untuk putaran pembicaraan baru.

Tiongkok dan Amerika Serikat diatur untuk kembali ke meja perundingan guna membahas sengketa perdagangan sejalan dengan ancaman tarif baru AS yang menjulang setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memberikan undangan kepada rekan-rekan di Beijing untuk bertemu.

Harian resmi China Daily mengatakan Tiongkok tetap serius untuk menyelesaikan sengketa perdagangan dengan AS. Namun, ditegaskan Tiongkok tidak akan tunduk dengan tuntutan AS meski ada kekhawatiran atas perlambatan ekonomi dan jatuhnya pasar saham. Tiongkok berharap pengenaan tarif yang tinggi bisa segera dihilangkan di antara kedua negara.

"Administrasi Trump seharusnya mengetahui bahwa Tiongkok tidak akan menyerah pada tuntutan AS. Tiongkok memiliki bahan bakar yang cukup untuk mendorong ekonominya, bahkan jika perang dagang berkepanjangan," kata surat kabar itu, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 15 September 2018.



China Daily menambahkan jika Amerika Serikat memberlakukan pungutan baru atas impor Tiongkok maka Beijing tidak akan ragu untuk mengambil tindakan penanggulangan terhadap tarif AS untuk melindungi kepentingan Tiongkok. Presiden AS Donald Trump mengatakan di Twitter bahwa Amerika Serikat berada di atas angin dalam pembicaraan.

"Kami tidak berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan Tiongkok, tapi mereka yang berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan kami. Pasar kami melonjak, mereka ambruk," kata Trump dalam cuitannya.

Pemerintah AS menyiapkan daftar akhir sebesar USD200 miliar atas impor Tiongkok yang rencananya akan memungut tarif 10 hingga 25 persen dalam beberapa hari mendatang, yang akan meningkatkan perang perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

 

tiongkok
30cards

tiongkok

Updated 23 Oktober 2018 11:01
  1. Bank Sentral Tiongkok Kembali Suntik Likuiditas
  2. Baja untuk 60 'Menara Eiffel' jadi 1 Jembatan
  3. AS: Tiongkok Tidak Memiliki Transparansi
  4. Bank Sentral Tiongkok Suntik Likuiditas ke Pasar
  5. Di Tengah Ketidakpastian, Tiongkok Diyakini Memiliki Ketahanan Ekonomi
  6. Trump-Xi Jinping Berpeluang Bertemu di KTT G20
  7. Tiongkok Miliki Ruang Penyesuaian Kebijakan Moneter
  8. Curi Informasi Rahasia Penerbangan, Perwira Tiongkok Didakwa
  9. JP Morgan Turunkan Peringkat Saham Tiongkok
  10. Tiongkok Dianggap Berisiko bagi Industri Pertahanan AS
  11. Diskusi Perdagangan AS-Tiongkok Belum Alami Kemajuan
  12. Tiongkok Bangun Dua Basis Produksi Gas Metana-Batu Bara
  13. Bank Sentral Tiongkok Terus Intervensi Pasar
  14. Defisit Perdagangan Jasa Tiongkok di Agustus Membesar
  15. Tarif Baru Trump Berpotensi jadi Gelombang Kejut bagi Tiongkok
  16. Pria Tiongkok Beli Mobil Mewah Pakai Uang Receh
  17. Peringatan Hari Nasional ke-69 RRT
  18. Swedia Tunda Deportasi Uighur ke Tiongkok
  19. Amnesty Internasional Minta Tiongkok Bebaskan Uighur
  20. Investasi Tiongkok di Luar Negeri Diperkirakan Tembus USD2,5 Triliun
  21. Jack Ma: Perdagangan Tidak Bisa Digunakan untuk Perang
  22. Uni Eropa dan Tiongkok Tegaskan Pentingnya Sistem Perdagangan Multilateral
  23. Pengusiran Turis Tiongkok di Swedia Picu Ketegangan Diplomatik
  24. Ekonomi Tiongkok Mulai Melemah Usai Pertumbuhan Investasi Capai Titik Terendah
  25. Tiongkok Disebut Tidak akan Menyerah terhadap Tuntutan AS
  26. Trump: Tidak Ada Tekanan Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Tiongkok
  27. Tidak Ada yang Menang dari Perang Dagang Global
  28. AS Mulai Kembali Bahas Perdagangan dengan Tiongkok
  29. AS Disebut akan Menyesal Jika Perlambat Ekonomi Tiongkok
  30. Dilamar di Pesawat, Pramugari di Tiongkok Malah Dipecat